rahmat blog

Just another Blogger Fisip UNS Sites site

Pendekatan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan  kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan hasil akhir; oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan penelitian biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat praktis.

Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing.  Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya.

  • Jika kita menggunakan pendekatan kualitatif, maka dasar teori sebagai pijakan ialah adanya interaksi simbolik dari suatu gejala dengan gejala lain yangditafsir berdasarkan pada budaya yang bersangkutan dengan cara mencari makna semantis universal dari gejala yang sedang diteliti. Pada mulanya teori-teori kualitatif muncul dari penelitian-penelitian antropologi , etnologi, serta aliran fenomenologi dan aliran idealisme. Karena teori-teori ini bersifat umum dan terbuka maka ilmu social lainnya mengadopsi sebagai sarana penelitiannya.
  • Lain halnya dengan pendekatan kuantitatif, pendekatan ini berpijak pada apa yang disebut dengan fungsionalisme struktural, realisme, positivisme, behaviourisme dan empirisme yang intinya menekankan pada hal-hal yang bersifat kongkrit, uji empiris dan fakta-fakta yang nyata. T

Tujuan

  • Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ialah mengembangkan pengertian, konsep-konsep, yang pada akhirnya menjadi teori, tahap ini dikenal sebagai “grounded theory research”.
  • Sebaliknya pendekatan kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan antar variable, memberikan deskripsi statistik, menaksir dan meramalkan  hasilnya.

Melihat sifatnya, pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum, dan berubah-ubah / berkembang sesuai dengan situasi di lapangan. Kesimpulannya, desain hanya digunakan sebagai asumsi untuk melakukan penelitan, oleh karena itu  desain harus bersifat fleksibel dan terbuka.

Lain halnya dengan desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, desainnya harus terstruktur, baku, formal dan dirancang sematang mungkin sebelumnya. Desainnya bersifat spesifik dan detil karena desain merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilaksanakan sebenarnya. Oleh karena itu, jika desainnya salah, hasilnya akan menyesatkan. Contoh desain kuantitatif: ex post facto dan desain experimental yang mencakup diantaranya one short case study, one group pretest, posttest design, Solomon four group design

  • Pada pendekatan kualitatif, data bersifat deskriptif, maksudnya data dapat berupa gejala-gejala yang dikategorikan ataupun dalam bentuk lainnya, seperti foto, dokumen, artefak dan catatan-catatan lapangan pada saat penelitian dilakukan.
  • Sebaliknya penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif datanya bersifat kuantitatif / angka-angka statistik ataupun koding-koding yang dapat dikuantifikasi. Data tersebut berbentuk variable-variabel dan operasionalisasinya dengan skala ukuran tertentu, misalnya skala nominal, ordinal, interval dan ratio.

l  Sampel kecil merupakan ciri pendekatan kualitatif karena pada pendekatan kualitatif penekanan pemilihan sample didasarkan pada kualitasnya bukan jumlahnya. Oleh karena itu, ketepatan dalam memilih sample merupakan salah satu kunci keberhasilan utama untuk menghasilkan penelitian yang baik. Sampel juga dipandang sebagai sample  teoritis dan tidak representatif

l   Sedang pada pendekatan kuantitatif, jumlah sample  besar, karena aturan statistik mengatakan bahwa semakin sample besar akan semakin merepresentasikan kondisi riil. Karena pada umumnya pendekatan kuantitatif membutuhkan sample yang besar, maka stratafikasi sample diperlukan . Sampel biasanya diseleksi secara random. Dalam melakukan penelitian, bila perlu diadakan kelompok pengontrol untuk pembanding sample yang sedang diteliti. Ciri lain ialah penentuan jenis variable yang akan diteliti, contoh, penentuan variable yang mana yang ditentukan sebagai variable bebas, variable tergantung, varaibel moderat, variable antara, dan variabel kontrol. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat melakukan pengontrolan  terhadap variable pengganggu.

n  Jika peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, maka yang bersangkutan akan menggunakan teknik observasi atau dengan melakukan observasi terlibat langsung, seperti yang dilakukan oleh para peneliti bidang antropologi dan etnologi sehingga peneliti terlibat langsung dengan yang diteliti. Dalam praktiknya, peneliti akan melakukan review terhadap berbagai dokumen, foto-foto dan artefak yang ada. Interview yang digunakan ialah interview tertutup.

n   Jika pendekatan kuantitatif digunakan maka teknik yang dipakai akan berbentuk observasi terstruktur, survei dengan menggunakan kuesioner, eksperimen dan eksperimen semu. Dalam melakukan interview, biasanya diberlakukan interview terstruktur untuk mendapatkan seperangkat data yang dibutuhkan. Teknik mengacu pada tujuan penelitian dan jenis data yang diperlukan.

Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti tidak mengambil jarak dengan yang diteliti. Hubungan yang dibangun didasarkan pada saling kepercayaan. Dalam praktiknya, peneliti melakukan hubungan dengan yang diteliti secara intensif. Apabila sample itu manusia, maka yang menjadi responden diperlakukan sebagai partner bukan obyek penelitian.

Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif peneliti mengambil jarak dengan yang diteliti. Hubungan ini seperti hubungan antara subyek dan obyek. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tingkat objektivitas yang tinggi. Pada umumnya penelitiannya  berjangka waktu pendek.

Analisa data dalam penelitian kualitatif bersifat induktif dan berkelanjutan yang tujuan akhirnya menghasilkan pengertian-pengertian, konsep-konsep dan pembangunan suatu teori baru, contoh dari model analisa kualitatif ialah analisa domain, analisa taksonomi, analisa komponensial, analisa tema kultural, dan analisa komparasi konstan (grounded theory research).

Analisa dalam penelitian kuantitatif bersifat deduktif, uji empiris teori yang dipakai dan dilakukan setelah selesai pengumpulan data secara tuntas dengan menggunakan sarana statistik, seperti korelasi, uji t, analisa varian dan covarian, analisa faktor, regresi linear dll.nya.

Kedua pendekatan tersebut masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan:

  • Pendekatan kualitatif banyak memakan waktu, reliabiltasnya dipertanyakan, prosedurnya tidak baku, desainnya tidak terstruktur dan tidak dapat dipakai untuk penelitian yang berskala besar dan pada akhirnya hasil penelitian dapat terkontaminasi dengan subyektifitas peneliti.
  • Pendekatan kuantitatif memunculkan kesulitan dalam mengontrol variable-variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap proses penelitian baik secara langsung ataupun tidak langsung. Untuk menciptakan validitas yang tinggi juga diperlukan kecermatan dalam proses penentuan sample, pengambilan data dan penentuan alat analisanya.

Penelitian Eksploratif

Penelitian eksploratif adalah salah satu jenis penelitian sosial yang tujuannya untuk memberikan sedikit definisi atau penjelasan mengenai konsep atau pola yang digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti belum memiliki gambaran akan definisi atau konsep penelitian. Peneliti akan mengajukan what untuk menggali informasi lebih jauh. Sifat dari penelitian ini adalah kreatif, fleksibel, terbuka, dan semua sumber dianggap penting sebagai sumber informasi.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan topik baru lebih dikenal oleh masyarakat luas, memberikan gambaran dasar mengenai topik bahasan, menggeneralisasi gagasan dan mengembangkan teori yang bersifat tentatif, membuka kemungkinan akan diadakannya penelitian lanjutan terhadap topik yang dibahas, serta menentukan teknik dan arah yang akan digunakan dalam penelitian berikutnya.

Penelitian deskriptif

Penelitian diskriptif  adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau hubungan antara fenomena yang diuji Dalam penelitian ini, peneliti telah memiliki definisi jelas tentang subjek penelitian dan akan menggunakan pertanyaan who dalam menggali informasi yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah menghasilkan gambaran akurat tentang sebuah kelompok, menggambarkan mekanisme sebuah proses atau hubungan, memberikan gambaran lengkap baik dalam bentuk verbal atau numerikal, menyajikan informasi dasar akan suatu hubungan, menciptakan seperangkat kategori dan mengklasifikasikan subjek penelitian, menjelaskan seperangkat tahapan atau proses, serta untuk menyimpan informasi bersifat kontradiktif mengenai subjek penelitian.

Penelitian Eksplanatori

Penelitian eksplanatoris adalah penelitian bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada.

Penelitian eksploratori bersifat mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan hipotesis atau teori tertentu. Peneliti hanya menyiapkan beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk memperoleh data primer berupa keterangan, informasi, sebagai data awal yang diperlukan.

Daftar Pustaka

~Mantra, Ida Bagus. 2004. Filsafat Penelitian dan Metode Penelitian Sosial. Pustaka Pelajar.

~David Nachmias & Chava Nachmias, Research Methods in the Social Sciences, Third Edition, New York: St. Martin’s Press

~ Slamet Y. Metode Penelitin Sosial. Surakarta LPP dan UNS Press. 2006

Kausalitas

Penelitian kuantitatif sering dilakukan dengan menetapkan adanya hubungan kausal antara konsep-konsep. Perhatian yang yang demikian dapat dipandang sebagai pemindahan cara-cara yang dilakukan di dalam ilmu kealaman, dalam upaya untuk mempelajari masyarakat.

Babbie misalnya menyatakan sebagai berikut: salah satu tujuan utma dari ilmuwan, apakah ilmuwan social yang lainnya, ialah menjelaskan mengapa hal-hal demikian adanya. Secara tipikal, kita dengan menspesifikasi sebab-sebab mengapahal-hal itu demikian: sesuatu disebabkan oleh sesuatu yang lainnya.

Demikian halnya James Davis menyatakan bahwa tujuan penelitian social adalah penegmbngan proposisi-proposisi kasual yang didukung data dan logika.

Penggunaan yang sering akan istilah variable independen dan variable dependen di dalam penelitian kuantitatif adalah bukti adanya bukti adanya kecenderungan yang luas  dalam menggunakan gagasan kausal di dalam penelitian-penelitian. Banyak buku dan diskusi yang membahas tentang bagaimana bisa mmelihat hubungan sebab-akibat. Literature atau diskusi-diskusi itu berkisar sekitar dua pendekatan utama dalam menarik hubungan kausalitas, yaitu rancangan penelitian eksperimental dan survey social.

Dalam rancangan eksperimantal, peneliti menduga bahwa suatu sebab tertentu memberikan pengaruh terhadap akibat tertentu. Misalnya penyuluhan pertanian dapat menyebabkan akibat tertentu, misalnya adopsi inovasi pertanian. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh itu, biasanya rancangan eksperimental diperkuat dengan hadirnya kelompok pengendali (control group). Dalam perkembangannya, rancangan eksperimental berkembang dan bervariasi karena dipandang  sebagai pendekatan yang dapat menentukan hubungan kausal.  Rancangan penelitian ini dipandang sebagi suatu model yang memiliki validitas internal terhadap hasil penemuannya disbanding dengan rancangan yang non eksperimental. Pendekatan-pendekatan kuantitatif yang lain dipandang lemah, tidak dilengkapi dengan model yang dapat menentukan hubngan sebab-akibat. Dan salah satunya yang dipandang sangat lemah adalah metode survey.

Di dalam survey, data dikumpulkan dalam suatu waktu yang tunggal.  Berdasarkan data yang diperolah, peneliti dapat menyatakan  apakah antara berbagai variable yang dipancarkan melalui alat ukurnya (biasanya memlalui kuisioner atau interview schedule) dapat diketahui apakah ada asosiasi atau kolerasi. Asosiasi atau kolerasi tidak menyatakan secara lansung hubungan sebab-akibat. Dengan demikian penelitian survey dianggap masih lemah dalam kemampuannya menetapkan hubungan kausalitas.

Agar dapat menetapkan hubungan kausal antara variable ada tiga hal yang harus dipenuhi. Pertama, harus ditetapkan bahwa adahubungan antar variable yang satu terhadap yang lain, dalam arti bahwa variable-variabel itu tidak independen (bebas) antara yang satu terhadap yang lainnya. Teknik-teknik statistic yang terkeneal (misalnya chi square dan kolerasi) telah tersedia untuk  membantu menetapkan ada tidaknya kolerasi. Kedua, hubungannya harus tidak secara kebetulan (non-spurious). Hal ini berarti bahwa perlu menetapkan bahwa hubngan antara dua variable, missal X dan Y, bukan hasil dari munculnya dari variable ketiga yang mendahului dan berhubungan dangan X dan Y. Ketiga, dan yang paling controversial, peneliti harus menetapkan tata urutan waktu terhadap variable yang diteliti. Peristiwa yang terjadi lebih awal dipandang sebagai variable independen, sebaliknya yang terjadi kemudian dipandang sebbagai variable dependen. Menetapkan menurut tata waktu bukanlah proses yang bersifat arbitrary menurut kehendak itu sendiri), untuk memahami daur hidup seseorang untuk  menetapkan variable mana yang mendahului variable lain. Namun ada yang keberatan dalam hal demikian ini, dimana dalam menyelidiki daur hidup bukanlah bagian yang sedang dicari untuk dijawab oleh para peneliti, sekalipunitunhal penting sebagai alat untuk menafsirkan. Salah satu teknik statistic yang terkenal did lam penelitian survey untu mengungkap arah variable-variabel yang diteliti ialahm path analysis, yang merupakan peluasan dari analisisi regresi berganda yang mungkin para analis mengkaji sumbangan dari setiap faktor kasual sementara seraya mengntrol variable-variabel yang lain.

Generalisasi

Penelitian kuantitatif biasanya menaruh perhatian pada ketetapan bahwa hasil penelitiannya pada suatu lokasi tertentu dapat digeneralisasikan pada lokasi yang lebih luas, artinya bahwa kesimpulan yan ia peroleh dari hasil penelitian terhadap orang (sampel) dan wilayah yang terbatas itu dapat ditarik kesimpulan umum yang berlaku bagi suatu populasi yang diwakili oleh sampel itu dalam wilayah yang luas. Oleh karena itu persoalan yang pokok dihadapi otlh peneliti kuantitatif ialah persoaalan presentitativitas sampel. Bernagai buku teks menganjurkan bahwa berbagai buku random sampling merupakan gejala yang banyak dipakai oleh para praktisi penelitian untuk mencapai tujuan ini.

Upaya unutuk membuat generalisasi dapat disamakan sperti yang dilakukan para peneliti ilmu kealaman. Melaluipembuktian generalisasi. Peneliti mencoba untuk menarik lebih dekat lagi kepenemuan-penemuan yang seperti dalil dalam ilmu pengetahuan. Dengan alas an ini para peneliti kuantitatif yang sering tidak mempercayai hasil-hasil penelitian kuantitatif yang hanya menggunakan satu atau dua kasus yang tigkat generalisasinya tidak diketahui. Namun demikian perlu dicatat disini bahwa penelitian ini tetap tidak mampu menghasilkan tingkat generalisasi yang sempurna. Kalau sampel itu ditarik dari suatu populasi dan itu dianggap talah dapat dipandang sebagai sifat dari popoulasi itu, satu persoalan muncul dimana kesimpulan itu tetap tidak berlaku bagi populasi yang lain. Kalau peneliti meneliti sabagian penduduk dari satu kabupaten tertentu dan kesimpulannya dapat berlaku bagi seluruh penduduk kabupaten itu, tetapi tidak dapat disimpulkan bahwa penemuannya juga berlaku bagi kabupaten-kabupaten yang lain. Bahkan banyak peneliti yang mengambil sampel atas dasar pertimbangan-pertimbangan strategis tertentu: kesempatan, keuangan, waktu yang tersedia, dan tenaga. Dengan demikian, sekalipun penelitian survey telah menggunakan random sampling dalam menarik sampelnya atas populitas tertentu, namun dia tetap dalam keterbatasan tingkat generalisasi.

Peneliti-peneliti yang menggunakan rancangan eksperimental juga terkait perhatiannya pada persoalan generalisasi juga. Bila penemuannya diberlakukan bagi kelompok diluar eksperimen, maka muncul persoalan validitas eksternal; artinya sekalipun hasil dari suatu eksperimen dianggap memiliki validitas eksternal, namun bila ditarik lebih jauh untuk melihat tingkat generalisasinya, maka validitas eksternalnya juga diragukan. Rendahnya validitas eksternal itu disebabkan misalny aoleh pengaruh pre testing baik terhadap kelompok eksperimen maupun kelompok pengendali dan dari pengaruh-pengaruh unik 9misalnya pengalaman pribadi, presepsi, pedewasaan) yang dapat dipandang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Segap pengaruhnyang masuk dalam eksperimen itu diberi sebutan reactive effect. Persoalan validitas eksternal itu lebih mencolok lagi di dalam rancangan eksperimental did lam laboratorium social. Banyak kritik yang melontarkan bahwa penelitian laboratorium itu bersifat artificial (dibuat-buat) dan berlangsung tidak natural apa adanya.kehidupan social sebenarnya tidak sama dengan kehidupan dalam laboratoriaum. Lepas dari kelemahannya, Mook menyatakan bahwa penelitian manusia dengan menggunakan laobratorium bukanlah bertujuan untuk memperoleh validitas hasil penelitian tetapi untuk tingkah laku yang bakal terjadi atau akibat yang dapat diramalkan yang bakal terjadi.

Lepas dari segala keterbatasan dan kelemahan, penelitian eksperimental dan survey telah menaruh perhatian  yang besar tentang persoalan generalisasi.

Disini dalam bab generalisasi saya akan membahas lebih kepada generalisasi empiris. Generalisasi empiris adalah pernyataan tentang hubungan yang disusun melalui pengamatan pertama tentang adanya suatu hubungan (didalam satu atau beberapa keadaan ) dan kemudian pengamatan itu di generalisasikan dan dikatakan bahwa hubungan-hubungan yang diamati itu berlaku didalam semua kasus atau banyak kasus.

Random Sampling

Random Sampling juga sering diartikan penarikan sampel secara acak. Ini termasuk dalam jenis metode pengambilan sampel probabilitas (probability sampling). Di dalam sampel acak setiap anggota populasi memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi anggota sampel. Kemungkinan untuk menjadi anggota sampel berlaku bagi semua individu-individu terlepas dari persamaan-persamaan maupun perbedaan-perbedaan diantara mereka sepanjang mereka itu menjadi anggota populasi. Misalnya saja adalah Budi sebagai laki-laki yang berumur 25 tahun yang berpendidikan sarjana sedangkan Isabel adalah wanita berusia 17 tahun dan buta huruf, keduanya memiliki kesempata yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel sepanjang mereka itu anggota populasi.

Langkah utama didalam pemilihan responden seaca acak atau random ini adalah meneliti terlebih dahulu apakah sampling frame kita itu sudah benar, artinya adalah apakah semua anggota populasi itu telah terdaftar. Dan bagi yang telah terdaftar tidak terdaftar ulang, sebab apabila hal ini terjadi, kemungkinan untuk terpilih sebagai anggota sampel semakin besar.

Faktor lain yang perlu dipikirkan ialah kemungkinan diganti atau tidaknya anggotasampel yang tidak dapat dijangkau. Bila seseorang memulai dengan 1000 nama, pada mulanya setiap nama memeliki peluang 1/1000 untuk terpilihsebagai anggota sampel melalui random sampling. Tetapi setelah 200 orang tidak dapat dijangkau mungkin karena sedang tidak dirumah, berpergian, sakit tanpa diganti, maka setiap orang yang tersisa  yaitu 800 orang memiliki kesempata 1/800 untuk terpilih. Cara penarikan sampel tanpa penggantian anggota sampel yang tidak dapat dijangkau ini disebut simple random sampling , pengambilan sampel secara acak sederhana.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengambil sampel sampel secara acak ialah dengan member nomor pada setiap orang atau unit sampel. Kemudian peneliti mengambil nomor dengan cara acak. Cara seperti ini sama dengan kalau kita menarik lotere. Perlu harus diingat agar kesempatan untuk terpilih adalah tetap, setiap gulungan lotere yang telah kita ambil dicatat nomor ataupun namanya, kemudian kita kembalikan lagi untuk turut serta diaduk.

Cara lain untuk menarik sampel secara acak adalah dengan menggunakan table random number. Nomor-nomor yang muncul pada table random numbers adalah hasil daari pekerjaan computer, jadi benar-benar muncul secara acak. Dalam mengunakan table itu pertama-tama setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu, misalnya sejumlah anggota populasi 900 maka diberi nomor mulai 001 sampai dengan 900. Langkah berikut ialah tidak memutuskan apakah kita akan memilih nomor-nomor yang menurut kolom (menurun) ataukah menurut baris (mendatar), hal ini bukanlah menjadi soal. Kemudian kita tentukan menurut kehendak kita dimana kita akan memulainya. Pada table random numbers ada lima digit angka, oleh karena misalnyabanyak anggota populasi hanya 900 maka yang kita perlukan adalah tiga angka. Kita ambil tiga angka dari belakang. Bila kita mendapatkan angka 95701 maka hal itu berarti responden nomor 701 terpilih sebagai anggota sampel. Tetapi bila kita menemukan tiga angka terakhir diatas 900, misalnya 03972, maka tidak dapat kita pakai, sebab jumalah maksimum populasi yang dimiliki hanya 900. Barang kali kita mendapatkan angka yang sama. Bila terjadi demikian makaharus kita abaikan, dan kita bekerja terus hingga jumlah yang kita butuhkan terpenuhi.

Salah satu kerugian dari cara pengambilan sampel secara random numbers (bilangan-bilangan random) ialah bila sampel yang kita perlukan besar, berkali-kali kita menemukan angka yang sama menyebabkan diperlukannya ketelitian agar tidak tercatat ulang. Dengan demikian akan memakan waktu yang lebih.

Neo Liberalisme, vs Neo Marxisme dan munculnya Gerakan Sosial

Neo liberal adalah paham bahwa masyarakat sipilah dan institusi-institusi ekonomi yang bisa mewujudkan ketertiban dan mendistribusikan sumber daya melalui kebebasan ekonomi termasuk pasar bebas, bukan Negara, karena Negara dianggap tidak mampu untuk melakukannya. Neo Liberal sangat kritis terhadap campur tangan Negara dalam hubungannya dengan masyarakat sipil dan sangat mengajurkan Negara menarik diri. Meski faham ini menganut dengan menganggap Negara tidak mampu melaksanakannya namun dalam kenyataannya Ia malah justru merangkul Negara yang semakin keras dan tidak bertanggung jawab. Hal ini dilakukan karena persoalan pemeliharaan ketertiban social dan distribusi sumber daya yang sesuai dengan ketentuan keadilan menjadi sangat diperlukan ketika pasar tidak diregulasi. Oleh karenanya racikan neo liberal telah menimbulkan keterbelahan dan keesahan social di negaramaju maupun berkembang. Dan jika hal ini terus berlanjut akan menjadikan sebuah Negara merupakan sebuah lahan pasar, sehingga menuntut Negara harus semakin mencampuri hubungan neo liberal dengan masyarakat sipil melalui kebijakan-kebijakan yang solutif melalui penigkatan kekuasaan hukum bukan sebaliknya.
Dominasi prinsip-prinsip neo liberal di lembaga internasional yang dipimpin Barat sangat kuat, seperti IMF dan World Bank, yang semakin menegaskan bahwa lembaga-lembaga tadi exis. Ia telah menganggap peran institusi lebih sebagi persoalan alih-alih sebuah solusi atas ketertinggalan. Pendekata yang abstrak ini digunakan neo liberal terhadap pembangunan ekonomi mengabaikan bagaimana ekonomi dunia dirancang demi kepentingan Negara-negara maju. Negara-negaa kuat telah menjadi “bidan” bukannya korban diregulasi ekonomi dan telah membentuk perdagangan internasional, bukan dengan cara-cara yang sejalan dengan pasar “bebas”, melainkan demi kepentingan mereka sendiri(Weiss,1998:204).
Kritikan yang muncul terhadap Negara dalam teorineo liberal sesungguhnya merupakan kritikan terhadap tatakelola pemerintahan demokratis. Secara domestic, Negara neo liberal bukanlah negar lemah,melainkan Negara yang sangat kuat dan tidak bertanggung jawab. Secara internasional adalah negara-negara kuat, sebagaimana hokum permintaan dan penawaran, yang telah membentuk system tata-kelola pemerintahan global yang jelas-jelas tidak demokratis. Akibatnya, neo liberalism merupakan strategi Negara tertentu untuk melayani kepentingan-kepentingan individu tertentu dan actor-aktor yang memperolah keuntungan dari regulasiekonomi, baik secara domestic maupun internasional.
Hal ini jika dibiarkan akan sangat berbahaya jika nanti neo liberal mampu menguasai dan mampu menjadi actor behind the scene dari sebuah negara dan organisasi Negara internasional. Ada sebuah faham sebagai yang menentang faham ini, yaitu faham neo marxisme.
Neo marxisme tidak langsung menerima teori marx, melainkan ia memandang bahwa teori dari marx sebagai suatu bentuk ilmu social yang memiliki kekuatan yang besar atas kapitalisme . Teori dari mark tersebut diracik kembali seiring perkembsngsn neo liberal. Disebut Neo-marxisme karena mempunyai sifat yang sama dan mengacu pada teori marxisme; seperti eksploitasi dan kelas pada maxsisme tradisonal, menganggap bahwa sosialisme lebih baik daripada kapitalisme, dan berusaha memehami dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan kapitalisme. Akan tetapi, teori ini pun secara sungguh-sungguh dan dengan mudahnya meminjam sudut pandang lain (Roemer, 1986a:7). Neo liberal dan neo marxisme pada dasarnya sama dengan kapitalisme dengan marxisme, yang menjadi pembeda sekaarang berada ditingkat global bukan lagi antara individu, dan teori yang sudah tidak relevan dikaji kembali. Neo marxisme menjadikan gerakana atas ketidak puasan kinerja pemerintah terhadap neo liberal, faham ini melahirkan gerakan social.
Gerakan social, berbagai aktivitas gerakan social baru telah sangat memperjelas hubungan problematic antara Negara dan masyarakat sipil. Kebangkitan gerakan social ini sebagi kekuatan politk, yang menyatakan ketidak kepercayaan terhadap Negara untuk memerintah masyarakat sipil secara demokratis dan inklusif dari neo liberal. Melalui kampanye mereka telah menyoroti bagaimana Negara tidak netral melainkan kenyataanya menimbulkan ketimpangan yang melingkupi masyarakat., oleh karena itu pemahaman tentang watak kekuasaan komunikasi telah diperdalam oleh perhatian pergerakan social baru. Mereka telah mmenunjukan bagaimana definisi tentang persoalan persoalan politik Negara sentries dan karenanya eksklusif dan hierarkismencerminkan relasi kuasa yang mengakar dalam pemerintahan kepada sipilnya. Semua jenis gerakan social perlu berinteraksi secara langsung dengan Negara jika mereka tidak ingin terus terpinggirkan secara politik. Karena Negara tetap merupakan titik focus kekuasaan.
Gerakan ini merupakan hasil dari pemikiran neo marxisme yang kontra terhadap neo liberal, pergerakan seperti green peace yang seperti kita lihat di video kemarin menunjukan bahwa mereka tidak percaya lagi terhadap kinerja pemerintah terhadap pemikiran yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan, selain itu muncul juga gerakan feminisme yang membela kaum wanita terhadap wanita dipandang lebih rendah dari pria. Pergerakan social akan selalu berkembang seiring perkembangan kapitalisme.

Daftar Pustaka
~Ritzer, George ; Douglas J.Goodman. 2010. Teori Sosiologi. Bantul : Kreasi Wacana.
~Faulks, Keith. 2010. Sosiologi Politik : pengantar kritis. Bandung : Nusa Media.
~Saksono, Gatut.2009. Neo Liberalisme vs Sosialisme. Yogyakarta: formkoma PMKRI

Negara Baru

Negara baru, Negara dunia ketiga atau Negara berkembang, istilah dunia ketiga awalnya dikenal dikalangan penulis liberal dan radikal Prancis di tahun 1950-an. Ketika mereka mencari jalan ketiga atau kekuatan ketiga dalam politik negara mereka, mana yang lebih cocok antara nasionalisme konservatif di satu pihak dengan komunisme yang dogmatis beku dengan pihak lain. Juga dalam skala yang lebih luas dan diluaskan lagi diperlukan didunia yang didominasi dan diancam perang dingin antara bansa bangsa industry yang kuat dan kaya di Barat dan Timur. Harapan mereka bertambah besar karena gerakan-gerakan diplomasi oleh negara lain yang dipimpin oleh Mesir, India,Yugoslavia , juga adanya konferensi Bandung pada tahu 1955. Ketika itu diantara dua puluh Sembilan negara di Asia dan Afrika, mayoritas baru saja mendapat kemerdekaan dari pemerintahan colonial. Apa yang disebut dunia ketiga berarti negara-negara  walaupun beda dibeberapa bidang lain, mempunyai tiga hal yang sama : miskin, mereka bekas negara jajahan dan dalam perang dingin antara barat dan timur mereka bebas. Dalam buku digambarkan sebagai rakyat jelata dunia , dan kalau mereka bersatu mungkin akan memiliki potensi yang sama dengan apa yang diperlihatkan oleh status ketiga dalam revolusi Prancis untuk mengubah tatana yang ada.

Segi lain dari pandangan tentang Dunia Ketiga yang tidak direalisir sepenuhnya adalah ketidak ikutan mereka ke dalam blok-blok yang ada. Pada waktu konferensi Bandung , Mesir dan India baru saja memperoleh kemerdekaan daari dominasi imperium Inggris, sedang Yugoslatvia berhasil membebaskan diri dai imperium Soviet di Eropa Timur. Ketiga-tiganya sangat berhasrat untuk menegakan kemerdekaan yang sebenarnya dan menghindarkan diri untuk digunakan sebagi budak dalam permainan persaingan negara-negara besar

Modernisasi di dunia ketiga dengan memusatkan perhatian kepada negara dan pemerintahan srta ekonomisebai nit analisa utama, orang dengan sendirinya terbawa pada bahwa  kalau ada negara yang kaya dan yang lainya miskin itu disebabkan yang pertama maju yang kedua terbelakang. Yang pertama telah mengalami tahap tahap perkembangan berkaitan  dengan industrialisasi lebih duluan ketimbang yang kedua. Pembangunan negara-negara miskin, dan usaha-usaha meningkatkan kehidupan penduduknya, merupakan suatu masalah bagaimana mereka dapat mengejar dengan usaha sendiri, dengan bantuan dari luar, atau dengan kedua-duanya. Kalau negara duia ketiga tidak melakukannya,atau kalau mereka lamban menangani usaha pemerintah mereka sendiri dan badan badan pembangunanluar negeri, pasti akan menemukan hambatan dalam pembangunan.

Biasanya negara dunia ketiga menggunakan pemecahan-pemecahan masalah dengan menggunakan rumus asing itu biasanya tidak hanya gagal mengatasi masalah yang mendesak, tetapi juga cenderung memiliki dampak negatif atas usaha-usaha di kemudian hari.Dengan menerapkan pemecahan-pemecahan asing atas dasar keadaan darurat yang kurang dipikirkan, elit Dunia Ketiga dan kaum intelektual kehilangan kesempatan bagi dirinya sendiri untuk menguasai masalah atas dasar pengertian mereka sendiri.

Kemudian dalam jalannya moderenisasi sendiri dunia ketiga juga dihadapkan dengan apa namanya yang sering kita sebut sebagai globalisasi dimana semua tatanan negara neagara dengan latar belakang yang berbeda, negara maju ataupun miskin dipertemukan dalam medan yang sama, hal ini membuat negara yang lemah dapat bertemu dengan negara yang maju dan sudah bias diduga bahwa negara dunia ketiga akan kalah persaingan dengan negara maju.

Daftar pustaka:

Goldthorpe .J.E. 1992 Sosiologi Dunia Ketiga Kesenjangan dan Pembangunan, Jakarta: Gramedia Utama

REFORMASI

( DEMOKRASI  ERA REFORMASI BEBAS BERSUARA )

Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Sistem Politik Indonesia

Disusun Oleh :

Rahmat Sugiyaro

D0310054

B

Kelompok 4

Dosen pembimbing :Dra. Sri Hilmi P, M.Si

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

Lahirnya Reformasi

Huru-hara Mei 1998 merupakan peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indonesia pada babak baru perjalanan bangsa. Peristiwa ini tidak bisa dipisahkan dari rangkaian krisis moneter yang telah berlangsung sejak Juli 1997 yang melanda Thailand dan menyebar ke beberapa negara lain termasuk Indonesia dan Korea Selatan. Mengapa menuju kemelut karena adanya salah penaganan dan disdiagnosa dari pemerintah atas lembaga moneter internasional IMF yang berkembang menjadi krisis politik. Disertai lengsernya Soeharto ahnya selang dua bulan setelah dilantik dan harus digantika wakilnya BJ Habibie pada Mei 1998 eskalasi pada bulan itu meningkat karena di picu secara khusus oleh tekanan IMF pada pemerintah Indonesia untuk menaikan BBM pada tanggal 4, malam sebelum pengumuman itu Jakarta lumpuh antrean panjang di pom bensin menyebabkan kemacetan kemudian setelah naiknya harga BBm disusuk pula kenaikan harga bahan pokok lain rakyat yang berusaha bertahan semakin tercekik oleh karena kebijakan ini.

Sejak saat itu demonstrasi besar-besaran mahasiswa yang telah dimulai sejak Februari 1998, semakin marak dan berani dengan tuntutan harga-harga diturunkan dan agenda reformasi dilaksanakan. Momentum kerusuhan terjadi ketika empat mahasiswa meninggal ditembak aparat polisi pada demoonstrasi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, kemarahan massa memuncak pada 13, 14, 15 Mei 1998 dengan meletusnya kerusuhan massa di Jakarta dan kota-kota lain menurut saya hal ini juga terjadi di Solo sperti di Matahari departement store di singosaren, kerusuhan ini berbentuk pada penjarahan, pembakaran mobil, perusakan fasilitas umum,pembakaran gedung-gedung serta aktifitas kriminal lain.

Setelah kerusuhan, demonstrasi tak berhenti, gedung DPR diduduki dan dikuasai oleh mahasiswa. Di level politik yang lebih tinggi, sejumlah mentri Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri dan dua fraksi penting  di DPR, fraksi Karya Pembangunan yang merupakan partai penguasa dan fraksi ABRI meminta presiden Soeharto untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. DPR yang dua bulan sebelumnya mendukung Soeharto secara aklamasi, secara resmi juga mendukung tuntutan pengunduran diri presiden. Sehari kemudian menteri luar negeri Amerika juga menyatakan sudah waktunya bagi Presiden Soeharto untuk pergi. Setelah berkuasa 32 tahun ditopang dengan kekuata militer dan partai berkuasa Golkar akhirnya presiden Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Babak baru era Reformasi

Sejak saat itu lahirlah era Reformasi yang menuju pada kehidupan demokrasi, demokrasi menjadi hak baru yang selalu menjadi konsep perubahan di kehidupan rakyat Indonesia di berbagai bidang. Di bidang pemerintahan, untuk membentuk pemerintahan yang demoktratis, maka dibukanya sistem multipartai atau pemilu bebas dan adil, dengan multipartai ini masyarakat dapat menyalurkan segala bentuk aspirasi mereka terhadap perkembangan negara sesuai dengan keinginan mereka dan adanya bentuk partisipasi semacam ini merupakan hal yang sangat baik dalam menunjang perjalanan pemerintahan, karena warga negara dilibatkan agar lebih aktif dan peduli pada keadaan politik pemerintahan, contoh kongkretnya antara lain dengan terlaksanaya pemilu tahun 2004 adalah pemilu pertama yang dilakukan secara langsung sejak Indoonesia merdeka.

Rakyat Indonesia yang awalnya dikekang pada massa orde baru selama kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun, mereka sangat tidak dilibataktifkan dalam perjalanan pengambilan keputusan dan kebijakan Negara. Sistem politik hanya berjalan dan dijalankan oleh pemerintah saja,artinya politik hanya dijalankan sebelah tangan saja tanpa memedulikan suara rakyat. Satu hal yang menjadi point penting dalam keberlangsungan era reformasi adalah adanya kebebasan atau demokrasi yang berani menguak semua keburukan masa orde baru, karena selama masa orde baru itu masyarakat selalu dalam keadaan yang seolah tenang tanpa adanya suatu isu-isu yang mengkhawatirkan tentang keadaan politik negara, tetapi ternyata di balik itu semua tersimpan rapi sisi gelap dari pemerintahan Soeharto.

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos ( rakyat ) dan cratos atau cratein ( pemerintahan ), jadi demos-cratein atau demos-cratos berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. Demokrasi ini dapat berjalan secara langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung adalah bentuk demokrasi yang melibatkan warga negaranya untuk terlibat langsung dalam setiap pengambilan keputusan dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijaksanaan umum dan Undang Undang contoh kongkritnya adalah seperti yang saya tuliskan diatas pemilu merupakan wujud demokrasi rakyat secara langsung. Demokrasi tidak langsung dilakukan dengan melalui perwakilan-perwakilan, sehingga bentuk perwakilan ini dilaksanakan dengan adanya pemilihan umum. Demokrasi memberikan peluang bagi masyarakat untuk terus berupaya mewujudkan cita-cita reformasi sebagai salah satu perwujudan masyarakat yang adil dan makmur di semua bidang, salah satunya yaitu adanya kebebasan yang diwujudkan dengan adanya nilai demokrasi.

Berbeda dengan beberapa waktu kebelakang dimana tidak terjadi keadilan demokrasi, rakyat sangat dibatasi untuk melawan kebijakan pemerintah yang otoriter, pada saat itu kita tahu bahwa pengawasan yang super ketat dari pemerintah soeharto terhadap pergerakan rakyat sekecil apapun. Bayangkan hanya bergerombol saja dilarang apalagi mengkritik pemerintah secara terang-terangan yang terjadi adalah penculikan dan akan entah kemana nasibnya bagi yang diculik oleh orang-orang Soeharto. Dengan pengawasan yang sebegitunya Soeharto sampai menyebarkan orang-orangnya sampai kalangan masyarakat terkecil sampai akar-akarnya hal ini sangat mengekang dan tidak memberi ruang bebas bagi rakyat untuk bersuara apalagi menyuarakan kebobrokan pemerintah saat itu. Namun hal ini berbeda dengan era setelah lengsernya Soeharto yang lahir massa reformasi yang membuka pintu demokrasi.

Demokrasi saat ini

Perlu diperhatikan Demokratisasi tidak hanya menyodorkan mimpi indah tentang kebebasan sipil, tetapi juga menjadi bayangan buruk yang harus diberi perhatian serius yaitu kemungkinan adanya anarki sosial dan disintegrasi politik. Berbagai hal yang perlu diperhatikan dan dibenahi  itu antara lain dimana masa transisi dengan keadaan ekonomi yang belum stabil, ketidak percayaan terhadap hukum, munculnya kerusuhan sosial dan konflik-konflik politik dan ketegangan antar berbagai segmen sosial yang sangal pluralis, misalnya segmen etnik, daerah, agama, kelas dan aliran ideologi politik, dan berbagai permasalahan kompleks lainnya.

Demokrasi bukan hanya berarti rakyat bebas bersuara tetapi juga rakyat bebas dimainkan suaranya oleh elit-elit politik hanya untuk sekedar memenuhi persyaratan menduduki kursi jabatan di pemerintahan yang sekarang konon  katanya memperhatikan suara rakyat. Saya menilai bahwa suara itu bukan di dengar oleh para wakil rakyat kemudian mereka berkerja untuik rakyat karena itu dari rakyat kembali kerakyat, melainkan mereka menghimpun suara rakyat sebanyak-banyaknya untuk memenuhi syarat menduduki kursi jabatan tertentu di pemerintahan. Kenyataanya setelah dan selama mereka menjabat, program yang mereka janjikan kepada rakyat tidak dijalankan sepenuhnya bahkan mereka korup dari rakyat hanya untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. Ini jelas bagi saya sebagai indikasi bahwa sekarang itu bukan demokrasi yang terjadi melainkan democrazy dimana suara rakyat bebas dipermainkan, para elit politik bebas membuat keputusan seenak mereka sendiri, itu menurut saya.

Kembali pada topic bahwa diluar itu semua demokrasi sekarang berjalan lebih baik ketimbang massa orde baru, meski tidak disertai pembangunan dan peningkatan ekonomi seperti pada massa Soeharto dan sisi baiknya yang lain. Sekarang rakyat bisa bersuara, pers bebas merdeka, bisa mengkritik dan ikut serta menjembatani  antara interaksi rakyat dengan pemerintah dan rakyatpun di ikut sertakan dalam pengambilan kebijakan meskipun, secara tertulis. secara faktanya ?! adalah fakta pemerintahan saat ini dalam demokrasi.

DAFTAR PUSTAKA

Zon Fadli . 2004 . Politik Huru Hara Mei 1998 . Jakarta . Institute for Policy Studies (IPS)

Syafiie, Inu Kencana . 2002 . Sistem politik Indonesia . Bandung : PT Refika Aditama

³Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental,

spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang
untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis´
(Pasal 1 butir 1 UU No. 36 Tahun 2009)

³Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni (kiat/art) untuk :
1. mencegah penyakit
2. memperpanjang harapan hidup, dan
3. meningkatkan kesehatan dan efisiensi masyarakat
melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk :
a. sanitasi lingkungan
b. pengendalian penyakit menular
c. pendidikan hygiene perseorangan
d. mengorganisir pelayanan media dan perawatan agar dapat dilakukan

diagnosis dini dan pengobatan pencegahan, serta
e. membangun mekanisme sosial, sehingga setiap insan dapat menikmati

standar kehidupan yang cukup baik untuk dapat memelihara kesehatan.
Dengan demikian, setiap warga negara dapat menyadari haknya atas
kehidupan yang sehat dan panjang ³
(Winslow, 1920)

Kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu
menopang keseimbangan ekologis yang dinamis antara manusia dan
lingkungan untuk mendukung tercapainya realitas hidup manusia yang sehat,
sejahtera dan bahagia
(Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan)

³Ilmu Kesehatan Lingkungan diberi batasan sebagai ilmu yang mempelajari
dinamika hubungan interaktif antara kelompok penduduk atau masyarakat
dengan segala macam perubahan komponen lingkungan hidup seperti
spesies kehidupan, bahan, zat atau kekuatan di sekitar manusia, yang
menimbulkan ancaman, atau berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan
masyarakat, serta mencari upaya-upaya pencegahan´.
(Umar Fahmi Achmadi, 1991)

Kesehatan lingkungan adalah upaya untuk melindungi kesehatan manusia
melalui pengelolaan, pengawasan dan pencegahan factor-faktor lingkungan
yang dapat mengganggu kesehatan manusia
(Sumengen Sutomo, 1991)

Kesehatan lingkungan adalah ilmu & seni dalam mencapai keseimbangan,
keselarasan dan keserasian lingkungan hidup melalui upaya pengembangan
budaya perilaku sehat dan pengelolaan lingkungan sehingga dicapai kondisi
yang bersih, aman, nyaman, sehat dan sejahtera terhindar dari gangguan
penyakit, pencemaran dan kecelakaan, sesuai dengan harkat dan martabat
manusia.
(Sudjono Soenhadji, 1994 )

Kesehatan lingkungan adalah Ilmu dan seni untuk mencegah pengganggu,
menanggulangi kerusakan dan meningkatkan/memulihkan fungsi lingkungan
melalui pengelolaan unsur-unsur/faktor-faktor lingkungan yang berisiko
terhadap kesehatan manusia dengan cara identifikasi, analisis,
intervensi/rekayasa lingkungan, sehingga tersedianya lingkungan yang
menjamin bagi derajat kesehatan manusia secara optimal.
(Tri Cahyono, 2000)

Kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologis yang harus ada
antara manusia dengan lingkungannya agar dapat menjamin keadaan sehat

dari manusia.
Ruang lingkup:
1. Penyediaan air minum
2. Pengolahan air buangan dan pengendalian pencemaran
3. Pengelolaan sampah padat

4. Pengendalian vector
5. Pencegahan dan pengendalian pencemaran tanah dan ekskreta manusia
6. Hygiene makanan
7. Pengendalian pencemaran udara
8. Pengendalian radiasi
9. Kesehatan kerja

10. Pengendalian kebisingan
11. Perumahan dan permukiman
12. Perencanaan daerah perkotaan
13. Kesehatan lingkungan transportasi udara, laut dan darat
14. Pencegahan kecelakaan
15. Rekreasi umum dan pariwisata
16. Tindakan sanitasi yang berhubungan dengan epidemic, bencana,

kedaruratan
17. Tindakan pencegahan agar lingkungan bebas dari risiko gangguan
kesehatan
(WHO, 1979)
Sanitasi adalah usaha pengendalian faktor-faktor lingkungan fisik manusia
yang mungkin menimbulkan atau dapat menimbulkan hal-hal yang merugikan

bagi perkembangan fisik, kesehatan dan daya tahan hidup manusia.
Ruang lingkup :
a. cara pembuangan ekskreta, air buangan dan sampah
b. penyediaan air bersih

c. perumahan

d. makanan
e. individu dan masyarakat agar berperilaku sehat (personal hygiene)
f. arthropoda, mollusca, binatang pengerat serta pejamu lainnya
g. kondisi udara
h. pabrik, perkantoran, permukiman, jalan umum dan lingkungan umumnya.
(WHO)

Hygiene adalah usaha kesehatan preventif atau pencegahan penyakit yang menitik beratkan kegiatannya baik pada usaha kesehatan perorangan maupun kepada usaha kesehatan lingkungan fisik dimana orang berada.

(Soebagio Reksosoebroto,1990)
UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
BAB XI
KESEHATAN LINGKUNGAN

Pasal 162
Upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan
yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan
setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Pasal 163
(1) Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat menjamin ketersediaan
lingkungan yang sehat dan tidak mempunyai risiko buruk bagi kesehatan.
(2) Lingkungan sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup
lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan
fasilitas umum.
(3) Lingkungan sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bebas dari unsur-
unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan, antara lain:
a. limbah cair;
b. limbah padat;
c. limbah gas;
d. sampah yang tidak diproses sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
pemerintah;
e. binatang pembawa penyakit;
f. zat kimia yang berbahaya;
g. kebisingan yang melebihi ambang batas;
h. radiasi sinar pengion dan non pengion;
i. air yang tercemar;
j. udara yang tercemar; dan
k. makanan yang terkontaminasi.
(4) Ketentuan mengenai standar baku mutu kesehatan
lingkungan dan proses pengolahan limbah sebagaimana
dimaksud pada ayat (2), dan ayat (3), ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah.

  1. Meramu Umpan
    Dalam hal meramu umpan sebagian besar dilakukan oleh kenek mancing , namun untuk resepnya pemancing sendirilah yang menentukan bahan dan takarannya. Untuk umpan tabur (bom) sediakan pelet yang agak kasar, dapat dibeli di arena pemancingan, cukup diberi sedikit air aduk dengan tangan sampai merata hingga umpan sudah dapat dikepal-kepal tetapi masih dapat hancur di air. Umpan tabur dapat ditambahkan vanila bubuk atau black vanilla yang cair produk Labor Day. Penyajiannya dapat dikepalkan di bagian rangkaian peniti dan kili-kili sehingga menutupi timah pemberat. Sedangkan umpan untuk mancingnya ada baiknya tanyakan dulu kedi atau kenek mancing mengenai umpan yang baik saat itu. Biasanya bahan-bahannya dapat juga dibeli di pemancingan. Sebagai awal dapat anda ramu, bahan umpan berikut ini yang biasanya cukup bagus digunakan di arena mancing galatama manapun. Tuangkan pandan pasta 1 bagian ( kira-kira 1/4 botol pasta yang kecil ) tambahkan juga 1 bagian vanili pasta atau 1 bungkus kecil vanili bubuk. Beri air secukupnya aduk hingga larutan merata. Masukkan pelet halus kira-kira 1/3 bungkus, aduk rata hingga umpan menjadi liat dan agak lembek. Penyajian umpan seperti saat mancing ikan mas biasa tetapi pulungan umpannya masih lebih kecil dari kelereng. Pulung umpan menjadi bulat tekan kail kedalamnya lalu dipencet sedikit agar lekat di kail.
  2. Melontar Umpan
    Kesulitan melontar umpan adalah meletakkannya pada suatu titik tertentu yang diyakini banyak terdapat ikan (hotspot). Titik potensial dapat dengan mudah dikenali karena terletak di tengah empang dimana air sirkulasi mengalir. Sesungguhnya semua bagian air di muka lapak dapat menjadi tempat yang baik karena banyak ikan yang ditebar. Cara melontar umpan tentu sudah dikuasai , mula-mula arahkan pandangan ke tempat yang menjadi hotspot lalu ayunkan umpan ke depan hingga joran mengarah ke tempat itu. Gerakan joran ke arah belakang dan dengan cepat lontar umpan ke tujuan. Banyak latihan akan memperbaiki arah lontaran anda. Sebaiknya untuk empat atau lima lontaran umpan pertama digunakan hanya bertujuan untuk menempatkan umpan tabur (pengeboman) agar ikan segera berkumpul barulah setelah itu lakukan lontaran untuk umpan yang sebenarnya.
  3. Deteksi Sambaran
    Karena mancing galatama kebanyakan menggunakan metoda rangkaian langsung (glosor) maka deteksi sambaran ikan pada umpan dapat dilihat pada kenur.
    Setelah melontar umpan taruhlah joran pada cagaknya (rod rest) kemudian kencangkan kenur dengan memutar engkol penggulung. Perhatikan kemana kenur itu masuk ke air, lihat titik tersebut baik-baik. Bila titik pertemuan itu tiba-tiba menjauh dan benang tampak terangkat saat itulah gentak joran jauh ke belakang. Kondisi lainnya yang mengisyaratkan pemancing bahwa umpan sedang dimakan yaitu kenur yang kencang tadi tiba-tiba mengendur atau titik masuk kenur ke air bergerak-gerak menjauh dan mengendur. Bila lontaran umpan sekitar satu atau dua meter di depan lapak maka ikan yang makan umpan juga dapat ditandai dengan bergeraknya ujung joran secara perlahan terkadang sampai melengkung.
    Untuk yang menggunakan pelampung, rata-rata mancing galatama ikan mas di Jakarta dan Bandung melarang penggunaan pelampung kecuali pada beberapa daerah, deteksi pelampung yaitu tampak pelampung bergerak turun naik, tenggelam atau pelampungnya tergeletak rebah di permukaan air. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Mancing Ikan Mas
  4. Menaklukkan Ikan
    Setelah joran digentak dan ikannya terkena pancing, dimulailah pertarungan antara pemancing dengan ikan yang terpancing. Bila joran saat digentak tadi berada pada posisi di atas kepala atau menjauh di belakang. Maka pertahankan posisi itu dan untuk menggerakkan joran ke arah depan lakukan dengan menggulung segera engkol ril. Hal ini dimaksudkan agar kenur tetap dalam keadaan tegang. Arahkan joran berlawanan dengan arah larinya ikan, gulung kenur dengan cepat sambil merendahkan joran lalu tarik joran ke belakang, gerakan bertumpu hanya pada siku, dan turunkan joran sambil menggulung ril dengan cepat lakukan gerakan ini berulang-ulang, teknik ini dinamakan pemompaan, setelah dekat buatlah agar ikan segera menyerah. Bila ikan yang terpancing itu cukup besar, biasanya ikan tersebut masih menyimpan tenaganya dan akan berontak untuk berusaha menjauh, kendurkan setelan drag biarkan ikan melarikan kembali kenur dari penggulungnya. Mainkan ikan secara sabar tak usah terburu-buru, posisikan joran tetap pada arah yang berlawanan bila ikan tiba-tiba merubah arah larinya. Lakukan lagi teknik pemompaan tadi bila perlu, dan saat ikan telah mendekat lagi harap berhati-hati kemungkinan masih ada gerak ikan yang meronta. Bila Ikan telah menyerah, ditandai dengan bergulingnya tubuh ikan atau kepalanya yang mendongak di atas permukaan air, segeralah untuk menyerok ikan. Namun bila ikan menyerah pada jarak yang belum dapat diserok jangan gulung kenur karena akan menyebabkan ikan tenggelam lagi kepalanya ke air dan kembali melakukan perlawanan, untuk mendekatkan ikan yang menyerah itu lakukan dengan mundur beberapa langkah ke belakang sehingga aman untuk diserok.
  5. Melepas Kail Menyerok dan melepas kail sepenuhnya menjadi tugas kenek atau kedi yang menemani pemancing. Tetapi jika terpaksa untuk melepaskannya sendiri maka biarkan ikan hingga tak lagi menggelepar . Pegang ikan dengan tangan kiri posisikan ibu jari pada begian perutnya dan tekan agak keras pada bagian itu agar ikan benar-benar tak bergerak. Kemudian lepaskan mata kail, hati-hati terhadap kail yang tak menancap yang bisa membahayakan tangan bila ikan berontak menggelepar.
  6. idak setiap pemancingan ikan di laut selalu berhasil dengan baik. Saat memancing ikan dilaut, faktor cuaca atau faktor alam sangat berpengaruh pada hasil tangkapan. Faktor cuaca biasanya tergantung dari bermacam faktor.
    Pemancing sedang berusaha menarik seekor ikan Marlin yang telah  lemas ke sisi kapal untuk diangkat ke geladak kapal

    Pemancing sedang berusaha menarik seekor ikan Marlin yang telah lemas ke sisi kapal untuk diangkat ke geladak kapal

    Faktor Cuaca di atas permukaan laut

    Matahari dan Bulan

    Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang mempengaruhi kegiatan ikan. Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana secara biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan. Diteruskan hingga siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa adanya mendung dan gelap.

    Sedangkan di malam hari berpengaruh kepada ada atau tidaknya bulan. Pada malam hari memancing ikan yang baik adalah pada saat tidak ada bulan atau dengan kata lain pada saat tidak ada sinar. Karena air laut itu mengandung garam maka jika ada sinar bulan pada malam hari akan menyebabkan senar pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat seperti menyala, itu diakibatkan karena adanya sinar atau cahaya dari atas permukaan air. Tetapi untuk memancing cumi-cumi atau udang lebih sering dilakukan pada malam hari justru disaat ada bulan adalah saat yang paling baik, karena hewan-hewan ini sangat tertarik kepada cahaya yang menyebabkan mereka mengumpul di permukaan laut disaat ada bulan. Itu sebabnya mengapa nelayan pada malam hari menggunakan lampu atau petromak untuk mencari ikan kecil, udang dan cumi-cumi.
    Menyerok dan melepas kail sepenuhnya menjadi tugas kenek atau kedi yang menemani pemancing. Tetapi jika terpaksa untuk melepaskannya sendiri maka biarkan ikan hingga tak lagi menggelepar . Pegang ikan dengan tangan kiri posisikan ibu jari pada begian perutnya dan tekan agak keras pada bagian itu agar ikan benar-benar tak bergerak. Kemudian lepaskan mata kail, hati-hati terhadap kail yang tak menancap yang bisa membahayakan tangan bila ikan berontak menggelepar.

yang dipersembahkan oleh Hexos. And right now all the bizarre, stupid and un logical news uda dipersiapkan buat kelen semua. Dan kali ini giliran Stupid Facts.

Kalo bole tahu ada gak she yang suka mancing ikan ? hahaha saya bakalan kasi satu fakta sekaligus tips buat kelen semua ya khususnya yang suka mancing. Sebenarnya kapan she waktu yang tepat buat memancing ikan ?

Nah menurut para ahli neh, fakta berbicara kalo kamu pengen mendapatkan banyak ikan, Pancinglah ikan-ikan tadi pada saat Bulan Purnama, karna menurut Para peneliti neh Ikan-ikan pada saat bulan Purnama luar biasa lapar dan agak lengah dalam hal proteksi diri jadi sangat cocoklah bagi kalian mancing disaat bulan purnama.

Sebenarnya she gak penting kale, tapi gak papalah namanya juga Stupid Facts? Untuk stupid facts ini marilah kita teriakin R U NUTZZZ !!! Yep bagus? !!!! jangan lupa ambil mentos buat segerin hari-hari kamu ok ? 

Pengertian internet – Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP yang berisikan informasi dan sebagai sarana komunikasi data yang berupa suara, gambar, video dan juga teks.

Dunia dewasa ini menjadi semakin terhubung (interconnected) satu dengan lainnya. Dengan kata lain kita dapat menggunakan telepon genggam untuk menghubungi teman yang berada dibelahan dunia lain. Kita dapat menonton siaran langsung pertandingan bola piala dunia yang berlangsung di benua lain. Atau bahkan kita dapat berinvestasi dalam ekonomi dunia karena pasar modal di Tokyo, London dan New York terhubung secara elektronis selama 24 jam sehari. Keterhubungan inilah yang disebut Interconnected Network atau lebih populer dengan sebutan internet.
Satu hal terbesar tentang internet adalah bahwa tak seorangpun yang benar-benar memilikinya. Internet adalah kumpulan global dari orang-orang dan jaringan komputer besar dan kecil, dimana semuanya tersambung oleh ribuan kilometer kabel dan line telepon yang semuanya dapat saling berkomunikasi. Beberapa fungsi internet antara lain: menemukan dan mengakses informasi, kursus/sekolah jarak jauh, saling bertukar informasi dengan rekan bisnis dan hobi, atau mendapatkan pekerjaan secara on-line dan lainnya.

PENGERTIAN INTRANET
Intranet adalah konsep LAN yang mengadopsi teknologi Internet dan mulai diperkenalkan pada akhir tahun 1995. Atau bisa dikatakan Intranet adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet, diibaratkan berInternet dalam lingkungan lokal. umumnya juga terkoneksi ke Internet sehingga memungkinkan pertukaran informasi dan data dengan jaringan Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone Internet.Keuntungan menggunakan Internet dan Intranet saat ini banyak sekali sampai saya gak bisa nuliskan satu-persatu. Contohnya adalah yang sedang Anda lakukan saat ini yaitu mencari informasi, mendapatkan informasi, bertukar informasi lewat Internet.

Kemerdekaan bangsa Indonesia pertama kali diumumkan oleh Pemerintah Militer di Indonesia pada tanggal 17 September 1944 oleh perdana Menteri Koyso, bahwa dalam waktu dekat akan dibentuk suatu badan yang bertugas mempelajari langkah-langkah mana yang perlu diambil sebagai persiapan kemerdekaan. Penyampaian tersebut sebagai lanjutan pada tanggal 29 April 1945.

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tnggal 28 Mei 1945 telah dilantik resmi oleh badan yang diketuai seorang jepang, akan tetapi kenyataanya dipimpin secara bergiliran oleh dua orang ketuan muda, yaitu Dr. Rajiman Wediodinigrat dan R.P. Suroso. Pada mulanya anggotanya yang berjumlah 63 orang. Badan ini mengadakan dua kali sidang yang pertama kali pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni dan yang kedua pada tanggal 10-17 Juli 1945.

Dalam siding pertama kali yang dikemukakan oleh Ketua Dr. Rajiman meminta kepada para anggota agar memaparkan pendapat mereka tenatng apa yang akan dijadikan dasar Indonesia Merdeka. Sementara anggota berpendapat bahwa pernyataan itu akan membawa ke persoalan filsafat dan menghambat penyusunan konstitusi, soal dasar negara tersebut sidang pertama. Yang dimaksud adalah
suatu “hilosophisce grondslang”dikatakan sebagai falsafah, yaitu pikiran yang

sedalam-dalamnya, untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Dasar serupa dianggap perlu karena Negara sebagai suatu organisasi kemasyarakatan yang hanya berfungsi sebagai suatu gambaran yang jelas tentang hakikat, dasar dan tujuannya. Oleh sebab itu pendiri Negara pertama harus mempunyai gambaran dasar yang jelas tentang negara yang dimaksud dan tempat warga negara didalamnya. Gagasan dasar akan menjadi landasan dan pedoman bagi kerja sama antar pemerintah sebagai pemimpin negara dan rakyat sebagai mereka yang dipimpin. Dalam perumusan Pancasila ini ada dua tokoh diantaranya sebagai berikut :
1. Prof.Dr. Supomo pada tanggal 31 Mei 1945 terdapat pokok-pokok pikiran
yang tidak banyak berbeda seperti berikut :
a. Negara Indonesia Merdeka hendaknya merupakan negara nasional
yang bersatu dalam arti totaliter atau integralistik.

b. Setiap warganya dianjurkan agar takluk kepada tuhan, tetapi urusan agama hendaknya terpisah dari urusan negara dan diserahkan kepada golongan-golongan agama yang bersangkutan.

c. Dalam susunan pemerintahan negara harus dibentuk suatu Badan Permusyawaratan, agar pemimpin negara dapat bersatu jiwa dengan wakil-wakil rakyat secara terus-menerus.
d. Sistem ekonomi Indonesia hendaknya diatur berdasarkan asas
kekeluargaan, system tolong-menolong dan system kooperasi.
e. Negara Indonesia yang berdasar atas semangat kebudayaan Indonesia
yang asli, dengan sendirinya akan bersifat negara Asia Timur Raya.

Prof. Supumo dengan tegas menolak aliran individualisme dan liberalisme maupun teori kelas ajaran Marx, dan Lenin, sebagai dasar Indonesia Merdeka, dan menandaskan bahwa politik pembangunan negara harus disesuaikan dengan susunan masyarakat Indonesia. Maka negara kita harus berdasar atas aliran pikiran (staaside) negara yang integralistik, negara yang bersatu dengan seluruh rakyatnya, yang mengatasi seluruh golongan-golongannya dalam lapangan apapun. Dalam pengertian ini menurut teori ini yang sesuai dengan semangat Indonesia yang asli, negara tidak lain ialah seluruh rakyat Indonesia sebgai persatuan yang teratur dan tersusun.

2. Muhamad Yamin dalam pidatonya pada 29 Mei 1945 mengusulkan sebagai dasar negara lima sila berikut : Ketuhanan YME, Kebangsaan persatuan Indonesia, rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, kerakyatan yang dipimpin oleh hikamt kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosialbagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima sila tersebut juga tercantum dalam rancangan pembukaan UUD yang diserahkannya
canzyber.com
canzyber@yahoo.com

sesudah pidatonya, tetapi dalam rumusannya yang sedikit berbeda dan hamper sama dengan rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945, seperti berikut : …. Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam satu undang-undang dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam satu susunan negara Repuplik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasar kepada : ketuhanan Yang Maha Esa, kebangsaan persatuan Indonesia dan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, kerakyatan yang dipimpin oleh kihmty kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

ENGINEER-SOCIOLOGIST
(Insinyur – Sosiolog)
Untuk menggambarkan kapasitas seorang teknisi yang berperan sebagai Sosiolog (Sejarahwan, Budayawan, atau ekonom) diajukan beberapa aspek pengembangan dari sebuah penemuan besar, salah satu contohnya adalah: pengenalan mobil listrik (VEL) di Perancis.
Proyek ini mula-mula ditampilkan oleh sekelompok teknisi yang bekerja pada EDF (electricite de France) pada awal 1970-an. Mereka mengutamakan proyek pada teknik publikasi dan aplikasi permintaan dana pada agen-agen pemerintah.
Teknisi EDF mengajukkan rencana yang bukan saja menampilkan karakteristik kendaraan tersebut secara spesifik, tetapi juga masyarakat dunia yang dapat menggunakannya. Hal itu, pernah diterapkan Edison beberapa ratus tahun yang lalu, yang menggabungkan ilmu teknik dan sosial. Mula-mula EDF menjelaskan dengan mengambil contoh masyarakat konsumen urban post-industri yang sedang bergulat dengan pergerakan sosial. Pada saat itu mesin kendaraan mempunyai posisi yang sangat disorot, sehingga menjadi suatu bagian yang sering diserang. Mesin
Analisis Sosiologi Terhadap Inovasi Teknologi Jurnal Sosioteknologi Edisi 9 Tahun 5, Desember 2006 124
pembakaran internal (Internal combustion engine) merupakan kebangkitan dari masyarakat industri. Siklus Camot dan produk–produknya terhenti untuk menunjukkan perlunya bentuk konversi energi yang lain. Pada satu sisi, kendaraan bertanggung jawab atas polusi udara. Pada sisi lain, kendaraan sangat berhubungan dengan masyarakat konsumen yang menganggap kendaraan pribadi sebagai suatu status sosial. Akan tetapi, propulsi listrik akan mengembalikan kendaraan pada posisinya, dengan mengurangi performance dan menjadikannya obyek yang sederhana dan berguna. Mobil listrik akan mengarah pada era baru transportasi umum dan tangan kelompok sosial yang berusaha meningkatkan kondisi dalam kota menggunakan iptek. Tujuannya adalah meletakkan iptek pada pengguna dan menghapuskan kategori sosial yang berusaha membedakan mereka berdasarkan apa yang mereka konsumsi. Para teknokrat dan pihak pemerintah didukung oleh sosiolog berusaha mengubah budaya masyarakat kelas atas untuk mau menggunakan transportasi umum bersama-sama dengan kelas yang lainnya, tetapi hal ini tidak mudah diterima oleh masyarakat kalangan atas. Kondisi seperti ini dapat diambil contoh pada Pemda DKI dengan mengoperasikan Bus Way yang bertujuan agar dapat dinikmati oleh lapisan masyarakat menengah ke atas, untuk mengantar ke tempat tujuan dengan selamat, nyaman, dan cepat. Disamping itu, pengoperasian Bus Way untuk mengurangi kemacetan, salah satunya disebabkan banyaknya masyarakat yang menggunakan transportasi pribadi untuk sampai ketempat tujuan. Konsep ini tidak sepenuhnya berhasil, ada sasaran yang ingin dicapai oleh pihak Pemda DKI tidak terlaksana yaitu, mengurangi beroperasinya transportasi pribadi, tetapi kenyataannya masyarakat kelas atas, masih enggan untuk beralih menggunakan Bus Way, dan tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi untuk mencapai tempat tujuan. Keadaan ini disebabkan pada masyarakat kalangan atas masih melekat budaya feodal, tercermin dari perilaku yang cenderung arogan yang sulit untuk diatur, dan selalu menunjukkan kemampuannya memiliki inovasi teknologi yang melekat pada tranportasi yang dimilikinya, hampir setiap inovasi teknologi transportasi yang baru muncul selalu ia miliki, inovasi teknologi ini merupakan simbol dari status sosial dalam masyarakat. Jika ada inovasi teknologi transportasi pribadi yang baru diluncurkan, masyarakat kelas atas antri untuk membelinya Timbul pertanyaan untuk apakah inovasi teknologi pada transportasi pribadi ini dimiliki oleh masyarakat kelas atas ? Ternyata melalui inovasi teknologi transportasi pribadi yang dimiliki masyarakat kalangan atas tersebut dapat merupakan prestise atau menempatkan dirinya pada status sosial kelas atas didalam pergaulan suatu komunitas. Jika masyarakat kelas atas disarankan untuk menggunakan jasa transportasi umum sebagai alat transportasi untuk melakukan aktivitas, masyarakat kelas atas akan menolak, karena ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat kelas atas tidak menggunakan transportasi umum, di antaranya adalah sebagai berikut :
a) Transportasi umum berdasarkan pengalaman masyarakat kelas atas merasa tidak aman dan nyaman.
b) Masyarakat kelas atas merasa tidak memiliki kelebihan dengan masyarakat kebanyakan
c) faktor fisiologis, masyarakat menghindar untuk berjalan kaki menuju halte bus
d) Masyarakat tersebut tidak ingin kehujanan, kepanasan, dan polusi udara.
Analisis Sosiologi Terhadap Inovasi Teknologi Jurnal Sosioteknologi Edisi 9 Tahun 5, Desember 2006 125
Faktor-faktor di atas kurang diperhatikan sehingga tujuan pihak Pemda DKI belum optimal mencapai tujuan. Sebenarnya, dengan mempelajari budaya masyarakat Indonesia pada umumnya, dapat dicari solusi yang bisa mengubah budaya masyarakat kalangan atas, agar memilih alternatif transportasi umum sebagai alat transportasi utama. Untuk hal tersebut dapat diupayakan dengan berbagai cara, salah satunya adalah membuat peraturan“ Three in one “ sepanjang waktu, dan berlaku di seluruh jalan daerah perkotaan, serta diikuti dengan peraturan yang berat, jika ada masyarakat melanggar peraturan, maka dapat dikenakan sanksi jutaan rupiah. Selain itu, dapat juga membangun lahan parkir yang jauh dari gedung tempat melakukan aktivitas, sehingga mau tidak mau masyarakat kelas atas akan menjatuhkan pilihan menggunakan transportasi umum. Dengan diterapkannya peraturan ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat yang malas berjalan kaki, dan masyarakat yang selalu mengutamakan prestise. Peraturan ini kemungkinan dapat efektif, karena masyarakat memiliki kecenderungan untuk menghindar dari sanksi berat yang diberikan pada dirinya. Dengan diterapkannya aturan tersebut, diharapkan masyarakat menaati peraturan yang telah ditetapkan.
Inovasi teknologi dapat meningkatkan kelas sosial masyarakat, melalui kecanggihan teknologi yang dimilikinya, seperti diketahui semakin canggih teknologi yang dimiliki seseorang, akan menempatkan status kelas sosialnya ditingkat atas, begitu juga sebaliknya semakin rendah teknologi yang dimilikinya atau tidak mampu memiliki teknologi, maka semakin rendah status sosial seseorang dalam suatu komunitas. Dengan demikian, inovasi teknologi dapat digunakan sebagai salah satu indikator dalam menentukan status sosial seseorang dalam masyarakat. Fenomena ini dapat membawa dampak yang positif dan negatif bagi perkembangan masyarakat, adapun dampak positif pada masyarakat adalah lebih cepat, nyaman, dan aman dalam melakukan aktivitas, sedangkan dampak negatif di antaranya masyarakat dapat melakukan korupsi, penipuan, dan perampokan. Disamping itu juga, dapat membuat pertentangan kelas, serta konflik pribadi terhadap inovasi teknologi, hal ini disebabkan individu tidak mampu menguasai atau memiliki inovasi teknologi tersebut. Lebih jauh dapat menimbulkan konflik kelas dalam masyarakat.
Teori konflik menjelaskan bahwa setiap masyarakat kapan saja dan dimana saja bila memperlihatkan terjadi perbedaan yang jauh antara yang kaya dan miskin akan dapat menimbulkan konflik sosial, dan konflik sosial ada pada berbagai aktivitas sosial.
Menurut Dahrendorf (1986) bahwa kontrol atas alat produksi merupakan faktor yang penting, dan bukan pemilikan alat produksi. Dalam tahap awal kapitalisme, individu yang memiliki alat produksi mengontrol penggunaannya, tetapi ini tidak berarti bahwa ada hubungan intrinsik atau yang mengharuskan antara pemilikan dan kontrol. Kapitalisme berkembang dan perlahan-lahan berubah menjadi masyarakat pos-capitalist, pemilikan yang sah atas alat produksi dan kontrol yang efektif sudah dipisahkan. Pemilikan alat produksi dalam masyarakat industri post-capitalist sudah menyebar secara luas dikalangan pemegang saham, sedangkan kontrol yang efektif dilaksanakan oleh manajer atau eksekutif yang profesional. Meskipun manajer atau eksekutif tingkat tinggi, mungkin memiliki sebagian besar dari saham itu dalam perusahaan, kontrol mereka bukanlah berasal dari pemilikannya, tetapi dari posisi otoritasnya dalam perusahaan itu (Doyle, 1986)
Penggunaan inovasi teknologi/ teknologi baru dapat dikontrol, terutama kontrol sosial, sehingga konflik yang akan trjadi dalam masyarakat dapat dikendalikan. Hal itu sejalan dengan pendapat Pinch Bijker (1984) mengabaikan ketetapan teknis, tetapi membuktikan bahwa kelompok sosial memainkan peran kritis pada lingkungan sosial dalam mendefinisikan pemecahan masalah yang timbul, selama pembutan inovasi teknologi, keadaan ini dimungkinkan mengingat bahwa, kelompok sosial memberi arti pada teknologi dan permasalahan yang ditimbulkannya dalam masyarakat.
Masyarakat sebagai pengguna inovasi teknologi harus lebih selektif dalam memilih teknologi yang digunakan, karena berkaitan dengan cost yang dikeluarkan . Menurut pendapat Homans (1986) konsep biaya (cost), imbalan (reward), dan keuntungan (profit).merupakan gambaran dasar mengenai perilaku manusia. Manusia terusmenerus terlibat dalam memilih di antara perilaku-perilaku alternatif, dengan pilihan yang mencerminkan cost, reward, and profit diharapkan berhubungan dengan garis-garis perilaku alternatif. Perbandingan antara investasi dan keuntungan tercakup dalam pengertian keadilan distributif, seperti rasio antara cost dengan reward. Keadilan distributif menunjuk pada pertimbangan atau keputusan seseorang yang berhubungan dengan tepatnya suatu distribusi cost dan reward tertentu. Hal-hal lain seperti investasi yang seimbang yang diharapkan individu dalam suatu transaksi pertukaran adalah bahwa kalau cost-nya tinggi, reward-nya juga harus tinggi. Keadilan distributif menuntut bahwa mereka yang investasinya lebih tinggi harus menikmati keuntungan lebih tinggi (yakni, suatu rasio-cost-reward yang menguntungkan) Doyle (1986) dan dapat diformulasikan
sebagai berikut :
C > R (Individu tidak puas)
C = R ( Tidak adanya ketidakpuasan)
R > C (Puas)
Keterangan :
C = Cost
R = Reward
Jika cost yang dikeluarkan lebih besar dari reward yang diterima, individu merasa tidak adanya keadilan, bila seseorang merasa ketidakadilan tersebut terjadi pada dirinya, la merasa tidak puas. Bila seseorang memberikan cost sama dengan reward yang ia terima, dirinya merasa tidak ada ketidakpuasan. Jika reward yang ia terima lebih besar dari apa yang ia berikan, maka individu tersebut akan merasa puas.
Masyarakat dalam menerima kehadiran inovasi teknologi akan mengalami cultural lag dan produk dari inovasi teknologi itu bergulir dengan cepatnya tetapi disisi lain kemampuan masyarakat jauh tertinggal. Dengan demikian dapat diprediksikan masyarakat akan mengalami culture shock kondisi seperti ini sering kita lihat dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini akan berdampak pada tidak puasnya masyarakat dalam menikmati hasil inovasi teknologi karena setiap saat masyarakat merasa cemas dan gagap teknologi. Sedangkan Cost yang dikeluarkan begitu besar tetapi reward yang diterima dari inovasi teknologi tidak dapat dinikmati dengan baik, hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan dan mentalitas yang masih belum dapat menerima kehadiran inovasi teknologi. Insinyur belum memahami tentang bagaimana kemampuan intelektual dan mentalitas dari masyarakat pengguna inovasi teknologi, begitu juga Sosiolog tidak proaktiv dalam memberikan masukan kepada insinyur
tentang perlunya aspek-aspek sosial yang harus diperhatikan dalam inovasi teknologi.
Sampai pada titik ini, poin-poin tersebut sebenarnya sudah dikenal oleh Sosiolog.
Poin-poin tersebut adalah konsumen, pergerakan sosial, dan pemerintah. Akan tetapi masalahnya adalah insinyur mencoba menafsirkan sendiri menurut pikirannya tentang masyarakat pengguna inovasi teknologi tanpa menggunakan riset sosial. Hal ini akan menimbulkan masalah sosial, karena banyak variabel yang semestinya menjadi kajian, tetapi karena keterbatasan pengetahuan tentang ilmu sosial variabel yang menentukan tersebut luput dari kajian. Dengan demikian, hasil dari merenung seorang insinyur berdampak negatif bagi masyarakat pengguna inovasi teknologi. Kondisi ini akan terus berlanjut selama Sosiolog tidak bekerja sama dengan insinyur tersebut dalam melakukan kajian sosial terhadap masyarakat pengguna inovasi teknologi, Peranan kajian ilmu sosial dalam inovasi teknologi sangat penting, mengingat perilaku masyarakat yang hiterogen yang sulit untuk diprediksi. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan kajian ilmu sosial. Untuk lebih jelasnya penulis memberikan suatu contoh pada perusahaan elektrik di Perancis, para sosiolog yang mempelajari proyek VEL terkejut dengan kemiripan argumen sosiologi yang dihasilkan teknisi EDF dan analisis yang diajukannya pada waktu yang bersamaan dengan salah seorang sosiolog Prancis yang terkemuka, A. Tourine.
Hasil analisis sosiolog dan insinyur, memiliki kesamaan sehingga menimbulkan suatu pertanyaan, dapatkah ilmuwan sosial dengan suatu cara memanfaatkan perkiraan teknisi, dan menguji analisis sosiologi pada saat yang bersamaan, ketika mereka menciptakan suatu alat teknik? Pertanyaan ini menggambarkan seorang insinyur yang dapat melakukan analisis terhadap masalah sosial, dan hasilnya memiliki kesamaan dengan analisis seorang sosiolog. Pada masalah sosial tertentu mungkin ada kemiripan, tetapi masalah sosial yang kompleks tidak mungkin memiliki kemiripan hasil analisis. Insinyur dan Sosiolog merupakan dua disiplin ilmu yang sangat berbeda. Insinyur berhubungan dengan benda mati, sedangkan sosiolog berhubungan dengan perilaku masyarakat, Hal ini menunjukkan keduanya memiliki penekanan yang berbeda,. sehingga hasil analisis terhadap masalah sosial, akan jauh berbeda pula, atau tidak mungkin memiliki kesamaan.. Sebaiknya dua disiplin ilmu yang berbeda ini, dapat bekerjasama agar memberikan sinergi pada suatu aktivitas, jika berjalan masing-masing, maka hasilnya tidak akan baik. Seorang sosiolog perlu meminta masukan dari insinyur tentang tujuan inovasi teknologi bagi masyarakat, begitu juga sebaliknya, seorang insinyur memerlukan sosiolog untuk mengkaji masalah sosial, yang akan ditimbulkan oleh inovasi teknologi. Dengan demikian, insinyur dan sosiolog dapat bekerja sama membangun inovasi teknologi, dan tidak menimbulkan masalah sosial dalam masyarakat.
Fenomena tersebut sering terjadi dalam inovasi teknologi, tetapi hal tersebut belum dapat diselesaikan, mengingat insinyur memiliki arogansi, sedangkan sosiolog tidak peduli dengan masalah sosial. Sehingga timbul pertanyaan, apakah insinyur mampu menyelesaikan masalah sosial yang ditimbulkan oleh inovasi teknologi? Apakah sosiolog masih mempunyai semangat untuk mengkaji masalah sosial yang ditimbulkan oleh inovasi teknologi?
REFERENSI :
Bijker, Thomas, Trevor Pinch (1984) The Social Construction of TechnologySystems. New Direction in the Sociology and History of Technology. MIT Press
Doyle Paul J.(1986) Sociological Theory Classical Founders and Contemporary Perspectives. Copyright by. John Wiley & Sons, Inc
Mike Cooley (1986) Architect or Bee? The Human Price of Technology. New Introduction by Anthony Barnett.