rahmat blog

Just another Blogger Fisip UNS Sites site

Neo Liberalisme, vs Neo Marxisme dan munculnya Gerakan Sosial

Neo liberal adalah paham bahwa masyarakat sipilah dan institusi-institusi ekonomi yang bisa mewujudkan ketertiban dan mendistribusikan sumber daya melalui kebebasan ekonomi termasuk pasar bebas, bukan Negara, karena Negara dianggap tidak mampu untuk melakukannya. Neo Liberal sangat kritis terhadap campur tangan Negara dalam hubungannya dengan masyarakat sipil dan sangat mengajurkan Negara menarik diri. Meski faham ini menganut dengan menganggap Negara tidak mampu melaksanakannya namun dalam kenyataannya Ia malah justru merangkul Negara yang semakin keras dan tidak bertanggung jawab. Hal ini dilakukan karena persoalan pemeliharaan ketertiban social dan distribusi sumber daya yang sesuai dengan ketentuan keadilan menjadi sangat diperlukan ketika pasar tidak diregulasi. Oleh karenanya racikan neo liberal telah menimbulkan keterbelahan dan keesahan social di negaramaju maupun berkembang. Dan jika hal ini terus berlanjut akan menjadikan sebuah Negara merupakan sebuah lahan pasar, sehingga menuntut Negara harus semakin mencampuri hubungan neo liberal dengan masyarakat sipil melalui kebijakan-kebijakan yang solutif melalui penigkatan kekuasaan hukum bukan sebaliknya.
Dominasi prinsip-prinsip neo liberal di lembaga internasional yang dipimpin Barat sangat kuat, seperti IMF dan World Bank, yang semakin menegaskan bahwa lembaga-lembaga tadi exis. Ia telah menganggap peran institusi lebih sebagi persoalan alih-alih sebuah solusi atas ketertinggalan. Pendekata yang abstrak ini digunakan neo liberal terhadap pembangunan ekonomi mengabaikan bagaimana ekonomi dunia dirancang demi kepentingan Negara-negara maju. Negara-negaa kuat telah menjadi “bidan” bukannya korban diregulasi ekonomi dan telah membentuk perdagangan internasional, bukan dengan cara-cara yang sejalan dengan pasar “bebas”, melainkan demi kepentingan mereka sendiri(Weiss,1998:204).
Kritikan yang muncul terhadap Negara dalam teorineo liberal sesungguhnya merupakan kritikan terhadap tatakelola pemerintahan demokratis. Secara domestic, Negara neo liberal bukanlah negar lemah,melainkan Negara yang sangat kuat dan tidak bertanggung jawab. Secara internasional adalah negara-negara kuat, sebagaimana hokum permintaan dan penawaran, yang telah membentuk system tata-kelola pemerintahan global yang jelas-jelas tidak demokratis. Akibatnya, neo liberalism merupakan strategi Negara tertentu untuk melayani kepentingan-kepentingan individu tertentu dan actor-aktor yang memperolah keuntungan dari regulasiekonomi, baik secara domestic maupun internasional.
Hal ini jika dibiarkan akan sangat berbahaya jika nanti neo liberal mampu menguasai dan mampu menjadi actor behind the scene dari sebuah negara dan organisasi Negara internasional. Ada sebuah faham sebagai yang menentang faham ini, yaitu faham neo marxisme.
Neo marxisme tidak langsung menerima teori marx, melainkan ia memandang bahwa teori dari marx sebagai suatu bentuk ilmu social yang memiliki kekuatan yang besar atas kapitalisme . Teori dari mark tersebut diracik kembali seiring perkembsngsn neo liberal. Disebut Neo-marxisme karena mempunyai sifat yang sama dan mengacu pada teori marxisme; seperti eksploitasi dan kelas pada maxsisme tradisonal, menganggap bahwa sosialisme lebih baik daripada kapitalisme, dan berusaha memehami dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan kapitalisme. Akan tetapi, teori ini pun secara sungguh-sungguh dan dengan mudahnya meminjam sudut pandang lain (Roemer, 1986a:7). Neo liberal dan neo marxisme pada dasarnya sama dengan kapitalisme dengan marxisme, yang menjadi pembeda sekaarang berada ditingkat global bukan lagi antara individu, dan teori yang sudah tidak relevan dikaji kembali. Neo marxisme menjadikan gerakana atas ketidak puasan kinerja pemerintah terhadap neo liberal, faham ini melahirkan gerakan social.
Gerakan social, berbagai aktivitas gerakan social baru telah sangat memperjelas hubungan problematic antara Negara dan masyarakat sipil. Kebangkitan gerakan social ini sebagi kekuatan politk, yang menyatakan ketidak kepercayaan terhadap Negara untuk memerintah masyarakat sipil secara demokratis dan inklusif dari neo liberal. Melalui kampanye mereka telah menyoroti bagaimana Negara tidak netral melainkan kenyataanya menimbulkan ketimpangan yang melingkupi masyarakat., oleh karena itu pemahaman tentang watak kekuasaan komunikasi telah diperdalam oleh perhatian pergerakan social baru. Mereka telah mmenunjukan bagaimana definisi tentang persoalan persoalan politik Negara sentries dan karenanya eksklusif dan hierarkismencerminkan relasi kuasa yang mengakar dalam pemerintahan kepada sipilnya. Semua jenis gerakan social perlu berinteraksi secara langsung dengan Negara jika mereka tidak ingin terus terpinggirkan secara politik. Karena Negara tetap merupakan titik focus kekuasaan.
Gerakan ini merupakan hasil dari pemikiran neo marxisme yang kontra terhadap neo liberal, pergerakan seperti green peace yang seperti kita lihat di video kemarin menunjukan bahwa mereka tidak percaya lagi terhadap kinerja pemerintah terhadap pemikiran yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan, selain itu muncul juga gerakan feminisme yang membela kaum wanita terhadap wanita dipandang lebih rendah dari pria. Pergerakan social akan selalu berkembang seiring perkembangan kapitalisme.

Daftar Pustaka
~Ritzer, George ; Douglas J.Goodman. 2010. Teori Sosiologi. Bantul : Kreasi Wacana.
~Faulks, Keith. 2010. Sosiologi Politik : pengantar kritis. Bandung : Nusa Media.
~Saksono, Gatut.2009. Neo Liberalisme vs Sosialisme. Yogyakarta: formkoma PMKRI