rahmat blog

Just another Blogger Fisip UNS Sites site

REFORMASI

( DEMOKRASI  ERA REFORMASI BEBAS BERSUARA )

Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Sistem Politik Indonesia

Disusun Oleh :

Rahmat Sugiyaro

D0310054

B

Kelompok 4

Dosen pembimbing :Dra. Sri Hilmi P, M.Si

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

Lahirnya Reformasi

Huru-hara Mei 1998 merupakan peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indonesia pada babak baru perjalanan bangsa. Peristiwa ini tidak bisa dipisahkan dari rangkaian krisis moneter yang telah berlangsung sejak Juli 1997 yang melanda Thailand dan menyebar ke beberapa negara lain termasuk Indonesia dan Korea Selatan. Mengapa menuju kemelut karena adanya salah penaganan dan disdiagnosa dari pemerintah atas lembaga moneter internasional IMF yang berkembang menjadi krisis politik. Disertai lengsernya Soeharto ahnya selang dua bulan setelah dilantik dan harus digantika wakilnya BJ Habibie pada Mei 1998 eskalasi pada bulan itu meningkat karena di picu secara khusus oleh tekanan IMF pada pemerintah Indonesia untuk menaikan BBM pada tanggal 4, malam sebelum pengumuman itu Jakarta lumpuh antrean panjang di pom bensin menyebabkan kemacetan kemudian setelah naiknya harga BBm disusuk pula kenaikan harga bahan pokok lain rakyat yang berusaha bertahan semakin tercekik oleh karena kebijakan ini.

Sejak saat itu demonstrasi besar-besaran mahasiswa yang telah dimulai sejak Februari 1998, semakin marak dan berani dengan tuntutan harga-harga diturunkan dan agenda reformasi dilaksanakan. Momentum kerusuhan terjadi ketika empat mahasiswa meninggal ditembak aparat polisi pada demoonstrasi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, kemarahan massa memuncak pada 13, 14, 15 Mei 1998 dengan meletusnya kerusuhan massa di Jakarta dan kota-kota lain menurut saya hal ini juga terjadi di Solo sperti di Matahari departement store di singosaren, kerusuhan ini berbentuk pada penjarahan, pembakaran mobil, perusakan fasilitas umum,pembakaran gedung-gedung serta aktifitas kriminal lain.

Setelah kerusuhan, demonstrasi tak berhenti, gedung DPR diduduki dan dikuasai oleh mahasiswa. Di level politik yang lebih tinggi, sejumlah mentri Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri dan dua fraksi penting  di DPR, fraksi Karya Pembangunan yang merupakan partai penguasa dan fraksi ABRI meminta presiden Soeharto untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. DPR yang dua bulan sebelumnya mendukung Soeharto secara aklamasi, secara resmi juga mendukung tuntutan pengunduran diri presiden. Sehari kemudian menteri luar negeri Amerika juga menyatakan sudah waktunya bagi Presiden Soeharto untuk pergi. Setelah berkuasa 32 tahun ditopang dengan kekuata militer dan partai berkuasa Golkar akhirnya presiden Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Babak baru era Reformasi

Sejak saat itu lahirlah era Reformasi yang menuju pada kehidupan demokrasi, demokrasi menjadi hak baru yang selalu menjadi konsep perubahan di kehidupan rakyat Indonesia di berbagai bidang. Di bidang pemerintahan, untuk membentuk pemerintahan yang demoktratis, maka dibukanya sistem multipartai atau pemilu bebas dan adil, dengan multipartai ini masyarakat dapat menyalurkan segala bentuk aspirasi mereka terhadap perkembangan negara sesuai dengan keinginan mereka dan adanya bentuk partisipasi semacam ini merupakan hal yang sangat baik dalam menunjang perjalanan pemerintahan, karena warga negara dilibatkan agar lebih aktif dan peduli pada keadaan politik pemerintahan, contoh kongkretnya antara lain dengan terlaksanaya pemilu tahun 2004 adalah pemilu pertama yang dilakukan secara langsung sejak Indoonesia merdeka.

Rakyat Indonesia yang awalnya dikekang pada massa orde baru selama kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun, mereka sangat tidak dilibataktifkan dalam perjalanan pengambilan keputusan dan kebijakan Negara. Sistem politik hanya berjalan dan dijalankan oleh pemerintah saja,artinya politik hanya dijalankan sebelah tangan saja tanpa memedulikan suara rakyat. Satu hal yang menjadi point penting dalam keberlangsungan era reformasi adalah adanya kebebasan atau demokrasi yang berani menguak semua keburukan masa orde baru, karena selama masa orde baru itu masyarakat selalu dalam keadaan yang seolah tenang tanpa adanya suatu isu-isu yang mengkhawatirkan tentang keadaan politik negara, tetapi ternyata di balik itu semua tersimpan rapi sisi gelap dari pemerintahan Soeharto.

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos ( rakyat ) dan cratos atau cratein ( pemerintahan ), jadi demos-cratein atau demos-cratos berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. Demokrasi ini dapat berjalan secara langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung adalah bentuk demokrasi yang melibatkan warga negaranya untuk terlibat langsung dalam setiap pengambilan keputusan dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijaksanaan umum dan Undang Undang contoh kongkritnya adalah seperti yang saya tuliskan diatas pemilu merupakan wujud demokrasi rakyat secara langsung. Demokrasi tidak langsung dilakukan dengan melalui perwakilan-perwakilan, sehingga bentuk perwakilan ini dilaksanakan dengan adanya pemilihan umum. Demokrasi memberikan peluang bagi masyarakat untuk terus berupaya mewujudkan cita-cita reformasi sebagai salah satu perwujudan masyarakat yang adil dan makmur di semua bidang, salah satunya yaitu adanya kebebasan yang diwujudkan dengan adanya nilai demokrasi.

Berbeda dengan beberapa waktu kebelakang dimana tidak terjadi keadilan demokrasi, rakyat sangat dibatasi untuk melawan kebijakan pemerintah yang otoriter, pada saat itu kita tahu bahwa pengawasan yang super ketat dari pemerintah soeharto terhadap pergerakan rakyat sekecil apapun. Bayangkan hanya bergerombol saja dilarang apalagi mengkritik pemerintah secara terang-terangan yang terjadi adalah penculikan dan akan entah kemana nasibnya bagi yang diculik oleh orang-orang Soeharto. Dengan pengawasan yang sebegitunya Soeharto sampai menyebarkan orang-orangnya sampai kalangan masyarakat terkecil sampai akar-akarnya hal ini sangat mengekang dan tidak memberi ruang bebas bagi rakyat untuk bersuara apalagi menyuarakan kebobrokan pemerintah saat itu. Namun hal ini berbeda dengan era setelah lengsernya Soeharto yang lahir massa reformasi yang membuka pintu demokrasi.

Demokrasi saat ini

Perlu diperhatikan Demokratisasi tidak hanya menyodorkan mimpi indah tentang kebebasan sipil, tetapi juga menjadi bayangan buruk yang harus diberi perhatian serius yaitu kemungkinan adanya anarki sosial dan disintegrasi politik. Berbagai hal yang perlu diperhatikan dan dibenahi  itu antara lain dimana masa transisi dengan keadaan ekonomi yang belum stabil, ketidak percayaan terhadap hukum, munculnya kerusuhan sosial dan konflik-konflik politik dan ketegangan antar berbagai segmen sosial yang sangal pluralis, misalnya segmen etnik, daerah, agama, kelas dan aliran ideologi politik, dan berbagai permasalahan kompleks lainnya.

Demokrasi bukan hanya berarti rakyat bebas bersuara tetapi juga rakyat bebas dimainkan suaranya oleh elit-elit politik hanya untuk sekedar memenuhi persyaratan menduduki kursi jabatan di pemerintahan yang sekarang konon  katanya memperhatikan suara rakyat. Saya menilai bahwa suara itu bukan di dengar oleh para wakil rakyat kemudian mereka berkerja untuik rakyat karena itu dari rakyat kembali kerakyat, melainkan mereka menghimpun suara rakyat sebanyak-banyaknya untuk memenuhi syarat menduduki kursi jabatan tertentu di pemerintahan. Kenyataanya setelah dan selama mereka menjabat, program yang mereka janjikan kepada rakyat tidak dijalankan sepenuhnya bahkan mereka korup dari rakyat hanya untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. Ini jelas bagi saya sebagai indikasi bahwa sekarang itu bukan demokrasi yang terjadi melainkan democrazy dimana suara rakyat bebas dipermainkan, para elit politik bebas membuat keputusan seenak mereka sendiri, itu menurut saya.

Kembali pada topic bahwa diluar itu semua demokrasi sekarang berjalan lebih baik ketimbang massa orde baru, meski tidak disertai pembangunan dan peningkatan ekonomi seperti pada massa Soeharto dan sisi baiknya yang lain. Sekarang rakyat bisa bersuara, pers bebas merdeka, bisa mengkritik dan ikut serta menjembatani  antara interaksi rakyat dengan pemerintah dan rakyatpun di ikut sertakan dalam pengambilan kebijakan meskipun, secara tertulis. secara faktanya ?! adalah fakta pemerintahan saat ini dalam demokrasi.

DAFTAR PUSTAKA

Zon Fadli . 2004 . Politik Huru Hara Mei 1998 . Jakarta . Institute for Policy Studies (IPS)

Syafiie, Inu Kencana . 2002 . Sistem politik Indonesia . Bandung : PT Refika Aditama

No Comments :(