rahmat blog

Just another Blogger Fisip UNS Sites site

Negara Baru

Negara baru, Negara dunia ketiga atau Negara berkembang, istilah dunia ketiga awalnya dikenal dikalangan penulis liberal dan radikal Prancis di tahun 1950-an. Ketika mereka mencari jalan ketiga atau kekuatan ketiga dalam politik negara mereka, mana yang lebih cocok antara nasionalisme konservatif di satu pihak dengan komunisme yang dogmatis beku dengan pihak lain. Juga dalam skala yang lebih luas dan diluaskan lagi diperlukan didunia yang didominasi dan diancam perang dingin antara bansa bangsa industry yang kuat dan kaya di Barat dan Timur. Harapan mereka bertambah besar karena gerakan-gerakan diplomasi oleh negara lain yang dipimpin oleh Mesir, India,Yugoslavia , juga adanya konferensi Bandung pada tahu 1955. Ketika itu diantara dua puluh Sembilan negara di Asia dan Afrika, mayoritas baru saja mendapat kemerdekaan dari pemerintahan colonial. Apa yang disebut dunia ketiga berarti negara-negara  walaupun beda dibeberapa bidang lain, mempunyai tiga hal yang sama : miskin, mereka bekas negara jajahan dan dalam perang dingin antara barat dan timur mereka bebas. Dalam buku digambarkan sebagai rakyat jelata dunia , dan kalau mereka bersatu mungkin akan memiliki potensi yang sama dengan apa yang diperlihatkan oleh status ketiga dalam revolusi Prancis untuk mengubah tatana yang ada.

Segi lain dari pandangan tentang Dunia Ketiga yang tidak direalisir sepenuhnya adalah ketidak ikutan mereka ke dalam blok-blok yang ada. Pada waktu konferensi Bandung , Mesir dan India baru saja memperoleh kemerdekaan daari dominasi imperium Inggris, sedang Yugoslatvia berhasil membebaskan diri dai imperium Soviet di Eropa Timur. Ketiga-tiganya sangat berhasrat untuk menegakan kemerdekaan yang sebenarnya dan menghindarkan diri untuk digunakan sebagi budak dalam permainan persaingan negara-negara besar

Modernisasi di dunia ketiga dengan memusatkan perhatian kepada negara dan pemerintahan srta ekonomisebai nit analisa utama, orang dengan sendirinya terbawa pada bahwa  kalau ada negara yang kaya dan yang lainya miskin itu disebabkan yang pertama maju yang kedua terbelakang. Yang pertama telah mengalami tahap tahap perkembangan berkaitan  dengan industrialisasi lebih duluan ketimbang yang kedua. Pembangunan negara-negara miskin, dan usaha-usaha meningkatkan kehidupan penduduknya, merupakan suatu masalah bagaimana mereka dapat mengejar dengan usaha sendiri, dengan bantuan dari luar, atau dengan kedua-duanya. Kalau negara duia ketiga tidak melakukannya,atau kalau mereka lamban menangani usaha pemerintah mereka sendiri dan badan badan pembangunanluar negeri, pasti akan menemukan hambatan dalam pembangunan.

Biasanya negara dunia ketiga menggunakan pemecahan-pemecahan masalah dengan menggunakan rumus asing itu biasanya tidak hanya gagal mengatasi masalah yang mendesak, tetapi juga cenderung memiliki dampak negatif atas usaha-usaha di kemudian hari.Dengan menerapkan pemecahan-pemecahan asing atas dasar keadaan darurat yang kurang dipikirkan, elit Dunia Ketiga dan kaum intelektual kehilangan kesempatan bagi dirinya sendiri untuk menguasai masalah atas dasar pengertian mereka sendiri.

Kemudian dalam jalannya moderenisasi sendiri dunia ketiga juga dihadapkan dengan apa namanya yang sering kita sebut sebagai globalisasi dimana semua tatanan negara neagara dengan latar belakang yang berbeda, negara maju ataupun miskin dipertemukan dalam medan yang sama, hal ini membuat negara yang lemah dapat bertemu dengan negara yang maju dan sudah bias diduga bahwa negara dunia ketiga akan kalah persaingan dengan negara maju.

Daftar pustaka:

Goldthorpe .J.E. 1992 Sosiologi Dunia Ketiga Kesenjangan dan Pembangunan, Jakarta: Gramedia Utama

REFORMASI

( DEMOKRASI  ERA REFORMASI BEBAS BERSUARA )

Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Sistem Politik Indonesia

Disusun Oleh :

Rahmat Sugiyaro

D0310054

B

Kelompok 4

Dosen pembimbing :Dra. Sri Hilmi P, M.Si

JURUSAN SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

Lahirnya Reformasi

Huru-hara Mei 1998 merupakan peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indonesia pada babak baru perjalanan bangsa. Peristiwa ini tidak bisa dipisahkan dari rangkaian krisis moneter yang telah berlangsung sejak Juli 1997 yang melanda Thailand dan menyebar ke beberapa negara lain termasuk Indonesia dan Korea Selatan. Mengapa menuju kemelut karena adanya salah penaganan dan disdiagnosa dari pemerintah atas lembaga moneter internasional IMF yang berkembang menjadi krisis politik. Disertai lengsernya Soeharto ahnya selang dua bulan setelah dilantik dan harus digantika wakilnya BJ Habibie pada Mei 1998 eskalasi pada bulan itu meningkat karena di picu secara khusus oleh tekanan IMF pada pemerintah Indonesia untuk menaikan BBM pada tanggal 4, malam sebelum pengumuman itu Jakarta lumpuh antrean panjang di pom bensin menyebabkan kemacetan kemudian setelah naiknya harga BBm disusuk pula kenaikan harga bahan pokok lain rakyat yang berusaha bertahan semakin tercekik oleh karena kebijakan ini.

Sejak saat itu demonstrasi besar-besaran mahasiswa yang telah dimulai sejak Februari 1998, semakin marak dan berani dengan tuntutan harga-harga diturunkan dan agenda reformasi dilaksanakan. Momentum kerusuhan terjadi ketika empat mahasiswa meninggal ditembak aparat polisi pada demoonstrasi 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, kemarahan massa memuncak pada 13, 14, 15 Mei 1998 dengan meletusnya kerusuhan massa di Jakarta dan kota-kota lain menurut saya hal ini juga terjadi di Solo sperti di Matahari departement store di singosaren, kerusuhan ini berbentuk pada penjarahan, pembakaran mobil, perusakan fasilitas umum,pembakaran gedung-gedung serta aktifitas kriminal lain.

Setelah kerusuhan, demonstrasi tak berhenti, gedung DPR diduduki dan dikuasai oleh mahasiswa. Di level politik yang lebih tinggi, sejumlah mentri Kabinet Pembangunan VII mengundurkan diri dan dua fraksi penting  di DPR, fraksi Karya Pembangunan yang merupakan partai penguasa dan fraksi ABRI meminta presiden Soeharto untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. DPR yang dua bulan sebelumnya mendukung Soeharto secara aklamasi, secara resmi juga mendukung tuntutan pengunduran diri presiden. Sehari kemudian menteri luar negeri Amerika juga menyatakan sudah waktunya bagi Presiden Soeharto untuk pergi. Setelah berkuasa 32 tahun ditopang dengan kekuata militer dan partai berkuasa Golkar akhirnya presiden Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Babak baru era Reformasi

Sejak saat itu lahirlah era Reformasi yang menuju pada kehidupan demokrasi, demokrasi menjadi hak baru yang selalu menjadi konsep perubahan di kehidupan rakyat Indonesia di berbagai bidang. Di bidang pemerintahan, untuk membentuk pemerintahan yang demoktratis, maka dibukanya sistem multipartai atau pemilu bebas dan adil, dengan multipartai ini masyarakat dapat menyalurkan segala bentuk aspirasi mereka terhadap perkembangan negara sesuai dengan keinginan mereka dan adanya bentuk partisipasi semacam ini merupakan hal yang sangat baik dalam menunjang perjalanan pemerintahan, karena warga negara dilibatkan agar lebih aktif dan peduli pada keadaan politik pemerintahan, contoh kongkretnya antara lain dengan terlaksanaya pemilu tahun 2004 adalah pemilu pertama yang dilakukan secara langsung sejak Indoonesia merdeka.

Rakyat Indonesia yang awalnya dikekang pada massa orde baru selama kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun, mereka sangat tidak dilibataktifkan dalam perjalanan pengambilan keputusan dan kebijakan Negara. Sistem politik hanya berjalan dan dijalankan oleh pemerintah saja,artinya politik hanya dijalankan sebelah tangan saja tanpa memedulikan suara rakyat. Satu hal yang menjadi point penting dalam keberlangsungan era reformasi adalah adanya kebebasan atau demokrasi yang berani menguak semua keburukan masa orde baru, karena selama masa orde baru itu masyarakat selalu dalam keadaan yang seolah tenang tanpa adanya suatu isu-isu yang mengkhawatirkan tentang keadaan politik negara, tetapi ternyata di balik itu semua tersimpan rapi sisi gelap dari pemerintahan Soeharto.

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos ( rakyat ) dan cratos atau cratein ( pemerintahan ), jadi demos-cratein atau demos-cratos berarti pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat. Demokrasi ini dapat berjalan secara langsung dan tidak langsung. Demokrasi langsung adalah bentuk demokrasi yang melibatkan warga negaranya untuk terlibat langsung dalam setiap pengambilan keputusan dalam permusyawaratan untuk menentukan kebijaksanaan umum dan Undang Undang contoh kongkritnya adalah seperti yang saya tuliskan diatas pemilu merupakan wujud demokrasi rakyat secara langsung. Demokrasi tidak langsung dilakukan dengan melalui perwakilan-perwakilan, sehingga bentuk perwakilan ini dilaksanakan dengan adanya pemilihan umum. Demokrasi memberikan peluang bagi masyarakat untuk terus berupaya mewujudkan cita-cita reformasi sebagai salah satu perwujudan masyarakat yang adil dan makmur di semua bidang, salah satunya yaitu adanya kebebasan yang diwujudkan dengan adanya nilai demokrasi.

Berbeda dengan beberapa waktu kebelakang dimana tidak terjadi keadilan demokrasi, rakyat sangat dibatasi untuk melawan kebijakan pemerintah yang otoriter, pada saat itu kita tahu bahwa pengawasan yang super ketat dari pemerintah soeharto terhadap pergerakan rakyat sekecil apapun. Bayangkan hanya bergerombol saja dilarang apalagi mengkritik pemerintah secara terang-terangan yang terjadi adalah penculikan dan akan entah kemana nasibnya bagi yang diculik oleh orang-orang Soeharto. Dengan pengawasan yang sebegitunya Soeharto sampai menyebarkan orang-orangnya sampai kalangan masyarakat terkecil sampai akar-akarnya hal ini sangat mengekang dan tidak memberi ruang bebas bagi rakyat untuk bersuara apalagi menyuarakan kebobrokan pemerintah saat itu. Namun hal ini berbeda dengan era setelah lengsernya Soeharto yang lahir massa reformasi yang membuka pintu demokrasi.

Demokrasi saat ini

Perlu diperhatikan Demokratisasi tidak hanya menyodorkan mimpi indah tentang kebebasan sipil, tetapi juga menjadi bayangan buruk yang harus diberi perhatian serius yaitu kemungkinan adanya anarki sosial dan disintegrasi politik. Berbagai hal yang perlu diperhatikan dan dibenahi  itu antara lain dimana masa transisi dengan keadaan ekonomi yang belum stabil, ketidak percayaan terhadap hukum, munculnya kerusuhan sosial dan konflik-konflik politik dan ketegangan antar berbagai segmen sosial yang sangal pluralis, misalnya segmen etnik, daerah, agama, kelas dan aliran ideologi politik, dan berbagai permasalahan kompleks lainnya.

Demokrasi bukan hanya berarti rakyat bebas bersuara tetapi juga rakyat bebas dimainkan suaranya oleh elit-elit politik hanya untuk sekedar memenuhi persyaratan menduduki kursi jabatan di pemerintahan yang sekarang konon  katanya memperhatikan suara rakyat. Saya menilai bahwa suara itu bukan di dengar oleh para wakil rakyat kemudian mereka berkerja untuik rakyat karena itu dari rakyat kembali kerakyat, melainkan mereka menghimpun suara rakyat sebanyak-banyaknya untuk memenuhi syarat menduduki kursi jabatan tertentu di pemerintahan. Kenyataanya setelah dan selama mereka menjabat, program yang mereka janjikan kepada rakyat tidak dijalankan sepenuhnya bahkan mereka korup dari rakyat hanya untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. Ini jelas bagi saya sebagai indikasi bahwa sekarang itu bukan demokrasi yang terjadi melainkan democrazy dimana suara rakyat bebas dipermainkan, para elit politik bebas membuat keputusan seenak mereka sendiri, itu menurut saya.

Kembali pada topic bahwa diluar itu semua demokrasi sekarang berjalan lebih baik ketimbang massa orde baru, meski tidak disertai pembangunan dan peningkatan ekonomi seperti pada massa Soeharto dan sisi baiknya yang lain. Sekarang rakyat bisa bersuara, pers bebas merdeka, bisa mengkritik dan ikut serta menjembatani  antara interaksi rakyat dengan pemerintah dan rakyatpun di ikut sertakan dalam pengambilan kebijakan meskipun, secara tertulis. secara faktanya ?! adalah fakta pemerintahan saat ini dalam demokrasi.

DAFTAR PUSTAKA

Zon Fadli . 2004 . Politik Huru Hara Mei 1998 . Jakarta . Institute for Policy Studies (IPS)

Syafiie, Inu Kencana . 2002 . Sistem politik Indonesia . Bandung : PT Refika Aditama

SOSIOLOGI – FISIP

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

seri publikasi Teoti Sosial Politik

Judul : renaissance

Nama: Rahmat Sugiyarto    NIM : D0310054

Dosen pengampu: Akhmad Ramdhon

Zaman Renainsans abad 14- 16 adalah suatu zaman keemasan dalam sejarah peradaban Eropa . Zaman ini merupakan fase transisi yang menjembatani zaman  suram atas penindasan atas nama gereja dan feodal yand mengguasai sistem yang ada, pengakuan manusia sebagai individu yang bebas mengekspresikan dirnya sebagai mekhluk yang bebas, tertutupi oleh pandangan manusia adalah bagian dari alam makhluk Tuhan bukan individu yang bebasdan tenggelam dalam dogma agama dengan zaman pencerahan dimana mulai timbul pemikiran pemikiran dan gerakan melawan kristenisasi dan gereja, duniawi dan rohani dipisah mulai muncul pengakuan terhadap individu untuk bebas berekspresi di duia politik, ekonomi, sosial, budaya dan sains. Dengan lahirnya Reinaisans, peradaban barat mulai maju. Reinaisans , membuat Eropa menapaki abad-abad modern begitu cepat setelah lepasnya dogma agama.

Secara etimologi Renaisans (Perancis:Renaissance,berasal dari kata-kata Re(kembali) dan Naitre(lahir) berarti lahir kembali. Dalam konteks sejarah Barat , istilah itu mengacu pada terjadinya kebangkitan kembali dan bukan hanya mengembalikan melainkan juga menciptakan tatanan kehidupan yang baru terhadap kekayaan warisan Yunani dan Romawi kuno dalam berbagai aspeknya. Manusia  Renaisans begitu bersemangat mempelajari karya – karya pemikir agung Yunani kuno dan Romawi seperti Plato,Platinus, Archimedes dan Aritoteles.

Zaman Renaisans membawa penduduk Eropa kepada zaman peradaban yang lebih maju. Pada masa ini manusia mencapai prestasi yang gemilang dalam berbagai bidang seni,filsafat,literature sains,politik,pendidikan,agama,perdagangan, musik, teknologi dan lain-lain. Membangkitkan kembali cita-cita,alam pemikiran,filsafat hidup yang kemudian menstrukturasi standar-standar dunia modern seperti optimism,hedonism,naturalism dan individualisme. Kebangkitan lagi minat mendalam terhadap kekayaan warisan Yunani dan Romawi kuno.Terjadinya kebangkitan humanisme sekuler yang menggeser orientasi berfikir manusia dari yang bersifat teoristik menjadi antroposentris.Terjadinya pemberontakan terhadap gereja yang kemudian memunculkan kebebasan intelektual dan agama.Mengurangi juga keterikatan manusia  dari belenggu dogma agma anti kemanusiaan abad pertengahan. Dari segi pemikiran politik ,zaman Renainsans telah memunculkan wawasan barudalam hubungan antara negara dengan agama dan moralitas. Hal ini memicu temuan temuan baru, seperti mesin cetak, bubuk museu, karya tulis dan cerita cerita yang berkembang dan musik yang berbeda yang keluar dari gerejanisasi yang merekaa menayangkan seni, sihir, pencerahan dan lainnya melalui visual.

Daerah-daerah kawasan Itali dan Mediterania yang pada mulanya berbudaya masyarakat agraris berorientasi desa (rural oriented) , setelah terjadinya kapitalisme yang begitu pesat,yang kemudian berorientasi kota (urban oriented). Perubahan orientasi itu terlihat dari pesatnyua lembaga-lembaga keilmuan ,pendidikan,seni dan filsafat. Aktifitas ekonomi juga semakin maju dengan lahir dan berkembangnya system perbangkan Industri manufaktur dan lain-lain. Perang Salib (Crusade War) yang berlangsung sejak abad X-XII juga mempunyai andil yang sama. Melalui perang ini ,kontak perdangan terjadi antara dunia Barat (Kristen) dengan dunia Timur (Islam). Lalu lintas perdangan dan merkantilisme semakin intensif berlangsung justruh pada saat dan terjadinya perang itu.

Dalam perang Salib ini membawa banyak manfaat di dunia Barat .Terjadi transmisi peradaban dari dunia Islam (peradaban Sarasenik Bizatium) ke Barat khususnya daerah Itali dan kawasan Mediterania. Dari perang Salib ini manusia mempelajari intelektual Yunani kuno serta bahasa Arab.

Kelahiran zaman Renainsans dikondisikan oleh pertikaian antara Kristen dengan ilmu pengetahuan. Tak ada ujungnya dan cendikiawandan pelopor ilmu pengetahuan modern melawan dogma-dogma gereja.  Pandangan dan doktrin gereja di tentang karena dalam menyelesaikan masalah gerja menggunakan kekerasan dan kemudian membakar ilmu-ilmu pengetahuan.

Nurcholish Majid menulis bahwa apa yang terjadi dan saat menjelang dan berlangsungnya zaman Renaisans itu sama sekali berbeda dengan apa yang terjadi di dunia Islam. Pada abad yang sama dengan Rainansens di dunia Islam terjadi punya perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan .Teori-teori pengetahuan empiris dan fisafat imu pengetahuan Ibnu Chaldun, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd (Averoism) berkembang pesat dan menimbulkan kontroversi dan polemic berkepanjangan.

Rakyat pula pada waktu itu juga ketergantungan dengan bangsawan pada masa renasains menyumbangkan Kemunculan aliran pemikiran yang mementingkan kebebasan akal Eropa hingga abad ke 18 seperti Humanisme, rsionalisme, nasionalisme dan absolutisme berani mempersoalkan kepercayaan dan cara pemikiran lama yang diamalkan selama ini secara langsung melemhkan kekuasaan golongan feodal. Renaissance telah membentuk masyarakat perdagangan yang berdaya maju. Keadaan ini telah melemahkan kedudukan dn kekuasaan golongan feodal yang sentiasa berusaha menyekat perkembangan ilmu dan masyarakat di Eropa. Melahirkan tokoh-tokoh pemikir seperti Leonardo de Vinci yang terkenal sebagi pelukis, pemusik dan ahli filsafat. Michelangelo merupakan tokoh seni, arsitek, penyair dan ahli anatomi. Melahirkan tokoh sains terkenal seperti Copernicus dan Galileo. Melahirkan ahli matematik seperti Tartaglia dan Cardan yang berusaha menghuraikan persamaan ganda tiga. Tartaglia orang pertama yang menggunakan konsep matematik dalam ketenteraan iaitu mengukur tembakan peluru mariam.  Itali telah menjadi pusat ilmu yang terkenal di Eropa pada abad ke 15. Hal ini terjadi apabila Kota constntinople dikuasai oleh Islam telah jatuh ke tangan orang Barat pada tahun 1453. Keadaan ini telah menyebabkan ramai para ilmuan Islam berhijrah ke pusat-pusat perdagangan di Itali. Ini menyebabkan Itali menjadi pusat intelektual terkenal di Eropa pada masa itu.

Daftar pustaka:

Brown, Alison, Sejarah Renaisans Eropa. Bantul: Kreasi Wacana. 2009